Jembatan Penghubung Ambruk untuk ketiga Kalinya Camat kita tangani tanggap Darurat

matalensapos Aceh Timur – Jembatan Penghubung yang terletak di desa Keude Kemuning Kecamatan Idi Tunong kembali Ambruk setelah sebelumnya ambruk di bulan Februari dan Awal Oktober serta hari ini(24/10).

pantauan awak media dilapangan tembok pondasi jembatan tersebut telah runtuh sehingga menyebabkan tanahnya menjadi ambruk.

“Kaget kali tadi saya pas lewat tiba-tiba brruuuh bruuh tanahnya jatuh sampe menjerit saya”ungkap Aminullah warga sekitar.

“Ini sudah yang ketiga kalinya Jembatan ini ambruk Hal ini tentu sangat membahayakan warga yang melintas sejak ambruk pertama dan kedua hanya di laksanakan oleh pemerintah daerah Perbaikan Tanggap darurat apakah yang ketiga kalinya ini mau tanggap darurat lagi? “”Tegasnya.

Tanggap darurat ya perlu tapi jangan hanya sebatas tanggap darurat dari bulan februari Ini juga belum 2 minggu dari tanggap darurat kemaren udah runtuh lagi dan ini yg paling parah temboknya udah runtuh” lanjutnya.

Camat Idi Tunong, Baihaqi saat di hubungi via seluler nya mengatakan saat ini sedang berada di Desa sebelah ada kegiatan lainnya.

“Saat ini saya bersama excavator dan saya sedang berada di desa sebelah dan setelah selesain akan langsung menuju kesana secepatnya” jawab Pak Camat.

Sementara itu Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi, SE MM saat di konfirmasi terkait ambruknya Jembatan ini melalui pesan Whatsapp menyampaikan bahwa pihaknya hanya bisa melakukan penanganan darurat sedangkan untuk tindak lanjut dilakukan oleh dinas PUPR dan pihaknya juga sudah menyampaikan hal tersebut ke dinas PUPR(Zbn86)

Kapolsek Peureulak Barat Lakukan Pengecekan dan Himbauan Bagi Apotek Terkait Obat Sirup Berbahaya

matalensapos Aceh Timur~~Himbauan dan pengecekan pada Apotek maupun toko obat terus dilakukan Polsek Peureulak Barat terkait obat demam anak jenis sirup yang diduga Mengandung Cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

Seperti yang dilakukan oleh Kapolsek Peureulak Barat Ipda Dede Moerdhany, S.H. pada Senin, (24/10/2022) siang yang melakukan pengecekan pada Apotek Mulia Farma, Desa Beusa Seubrang.

Kapolsek menuturkan, pengawasan terhadap peredaran dan penjualan obat sirup di apotek yang ada di wilayah kami akan terus dimaksimalkan guna mengantisipasi adanya apotek yang masih menjual obat sirup ini, tentunya akan merugikan masyarakat”tuturnya(Zainal abidin).

ABK KLM Rahmat Setia berhasil di evakuasi Tim SAR Gabungan Pos TNI AL

matalensapos Pangkalpinang – Pos Pangkalan TNI Angkatan Laut Pangkalbalam dan Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam,Minggu 23/10/2022 di Dermaga Pelabuhan Multipurpose Pelindo ll Pangkalbalam.

Menurut sumber dari Pen Lanal Babel kepada media ini bahwa, Danlanal Babel Kolonel Laut (P) Dadan Hamdani, M.Tr. Hanla., CTMP., CRMP., CIQaR setelah mendapat laporan dari Danposal Pangkalbalam, kemudian langsung memerintahkan segera melaksanakan pencarian terhadap korban tenggelam bersama Tim SAR Gabungan dan potensi SAR lainnya.

Unsur SAR Gabungan tersebut terdiri dari Posal TNI AL Pangkalbalam, Basarnas, Polairud Polresta Pangkal Pinang, Kompi Yonif 141/AYJP, Polsek Pelabuhan Pangkalbalam, Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Pangkalpinang.

Korban tenggelam diketahui sebagai ABK KLM Rahmat Setia, Kronologis kejadian sekitar pukul 17.30 WIB Sabtu 22 Oktober 2022 Kapal KLM Rahmat Setia sandar di badan kedua KLM Karya Bahari Darmaga Multipurpose samping Posal Pangkalbalam,Korban meminta rokok kepada nahkoda dan berkata mau turun beli rokok, kemudian nahkoda menitip beli rokok, saat nahkoda mau pergi mandi terdengar saksi mata Jasmedi (50) berteriak bahwa ada orang jatuh, kemudian saat hendak diberikan pertolongan korban sudah tidak terlihat hanya topi serta sandal tampak hanyut.

Sampai dengan hasil pencarian hari ke-2 pukul 12.20 WIB ABK KM Intan melihat jenazah korban mengapung sekitar 300 m dari lokasi korban terjatuh dalam kondisi MD, selanjutnya Tim SAR segera mengevakuasi korban dan dibawa ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk dilakukan visum**team/Red/ Pen Lanal Babel.

Master Plan Tidak masuk akal Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki kecewa, Kepala dinas PPN”Saya lagi mumang”

matalensapos Aceh Timur ~~Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki melakukan kunjungan kerja ke Aceh Timur meninjau peningkatan jalan Peureulak – Lokop batas Gayo Lues segment1 dan meninjau Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN).

Dalam kunjungan ke pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Pj.Gubernur terlihat marah dan kecewa di atas pemaparan salah seorang pegawai Dinas Perikanan dan kelautan tentang master plan PPN saat meninjau pembangunan kondisi kolam labuh serta alur pelayaran.

Akan tetapi jadwal yang sudah tersusun dengan rapi tersebut dibatalkan. Karena Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki kecewa terhadap pemaparan pembangunan PPN Idi mantan Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda itu mengatakan bahwa jika dibangun sampai 200 tahun pun tidak akan selesai. 

“Kalau memang sulit jangan dipaparkan, itu sampai 200 tahun lagi pun tidak akan siap” tegas dengan agak meninggi.

Terlihat mengecewakan yang begitu dari raut mukanya sejak awal beliau langsung masuk ke mobil dan pergi.

Ditempat yang sama media ini mencoba konfirmasi terhadap Pj Bupati Aceh Timur Ir. Mahyuddin, tentang raut muka yangbpenuh kecewa serta sikap Pj yang pergi begitu saja dengan diplomatis menjelaskan bahwa tidak benar Pj Gubernur Aceh kecewa atas kunker perdana di Aceh Timur. 

“Itu tidak benar, pak Gubernur kan marathon dia keliling ke tempat yang sudah jadi, jadi bukan karena beliau kecewa, waktunya pun sangat singkat” Ungkapnya (23/10). 

Sementara itu Kepala Dinas Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi (PPN) Ermansyah saat dikonfirmasi terkait mengecewakan Pj Gubernur mengatakan bahwa sedang sakit kepala. 

“Lagi mumang ini bang” Ucapnya Singkat sambil berlalu (Nana.S).

Wow..Anak SD Di Aceh Timur ini Tantang Mahasiswa Beragumen Dengan Bahasa Inggris

matalensapos Aceh Timur~~Kegiatan beradu Argumen menggunakan bahasa Inggris kembali dilaksanakan salah satu Bimbingan Belajar di Aceh Timur.

Nampak para siswa mulai dari Tingkat Sekolah Dasar Sampai Mahasiswa Menunjukkan Kepiawan mereka dalam beragumen dengan moderator mester Alwi salah seorang guru Pembimbing.

“Kegiatan ini kita laksanakan setiap bulan dengan harapan jangan sampai anak anak yang ada di Aceh Timur tidak bisa berbahasa inggris waktu melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi”ungkapnya.

“Metode yang saya terapkan ini(debat/adu Argument antara para siswa guna mengasah mental anak anak itu sendiri dan metode ini sangat berbeda dengan lembaga lembaga bimbingan belajar lainnya di seluruh Indonesia”jelasnya.

“Saya Berharap Pemerintah Daerah Khususnya Aceh Timur kiranya dapat memberikan perhatian kepada kami guna meningkatkan mutu yang lebih baik guna masa depan anak anak kita khususnya”Pungkas Mester Awi(Zainal Abidin)

Nenek 92 Tahun Tempati Gubuk Reyot tak layak Huni di Aceh Timur

matalensapos Aceh Timur ~~ Sudah 77 tahun Indonesia merdeka, namun masih banyak masyarakat menempati rumah yang tidak layak huni.

Seperti yang terpantau oleh media ini di Dusun Teumpok Teungoh, Desa Paya Lipah, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur seorang nenek bernama Tiayat (92) tinggal disebuah rumah dengan kondisi yang memprihatinkan, pasalnya atap rumah bocor dan bolong.

Diketahui Tiayat mempunyai tiga orang anak dan ketiganya sudah berkeluarga serta sudah mempunyai cucu, akan tetapi mereka tidak ada biaya untuk membantu atau membangun rumah bagi Nek Tiayat.

Saat media ini mendatangi kediaman Tiayat, dirinya berharap kepada Pemerintah atau pihak terkait agar bisa mendapatkan rumah yang layak untuk dihuni.

“Saya berharap Pemerintah atau dinas terkait sekiranya bisa meringankan dan membantu kondisi saya yang sudah tua renta namun masih tinggal di rumah yang reot” Katanya, Jum’at (21/10/2022).

Kemudian, Kepala Desa setempat Ismail melalui Kadus Teumpok Teungoh Hendra Saputra mengatakan bahwa bantuan yang didapati oleh Nek Tiayat sementara waktu ini hanya Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan terkait pembangunan rumah rehab atau permanen sudah pernah diajukan namun terkendala akibat pengalihan kepada penanganan Covid – 19 beberapa waktu lalu.

“Di Desa Nek Tiayat hanya BLT yang didapatkan, dan seperti bantuan rehab sudah pernah kami ajukan namun anggarannya sudah alihkan untuk penanganan Covid – 19” Pungkasnya.

Disamping itu juga perwakilan Kementerian Sosial RI melalui Sentra Balai Insyaf Medan beberapa hari yang lalui sudah turun ke tempat Nek Tiayat untuk melakukan pendataan seperti bantuan lansia, bantuan modal usaha dan lain sebagainya. Namun di lembaga tersebut tidak ada pos untuk pembangunan rumah.

“Kemarin kami sudah turun juga kesini bersama Sentra Balai Insyaf Medan untuk melakukan pendataan lansia saja dan bantuan usaha, akan tetapi untuk pembangunan rumah belum ada” Tutup Irfan yang merupakan Pendamping PKH Kecamatan Peureulak didampingi oleh Tgk. Muhammad Juarnis(zainal abidin).

Hotel tempat prostitusi online menjamur Ormas tutup mata FAKSI Bersuara

matalensapos Aceh Timur~~
Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny H, mengaku heran atas perbedaan perlakuan atau sikap diskriminatif yang diduga diterapkan sebagian orang atau kelompok masyarakat serta pihak terkait lainnya yang selama ini dikenal sangat getol menyuarakan anti maksiat di Aceh.

Pasalnya tuntutan menutup tempat yang diklaim sebagai tempat terjadinya maksiat selama ini diduga tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Misalkan saja antara objek wisata pantai tempat rekreasi, dengan hotel yang diduga sebagai tempat terjadinya prostitusi online sebagaimana yang pernah terjadi selama ini.

” Saya merasa heran saja dan ingin mempertanyakannya, kenapa garangnya cuma pas soal pantai aja, padahal masyarakat cuma berekreasi dan juga mencari nafkah di pantai, tapi sibuk mau nutup pantai, itu hotel tempat melonte, pake mucikari lagi, koq pada diam semua? ada apa itu, apa enggak berani bersuara? apa karena hotel kuat backingannya?” Tanya Roni(21/10).

Tidak hanya itu, Ronny juga mengkritik perlakuan berbeda juga terlihat ketika ada oknum pejabat menjadi pelaku maksiat atau korupsi, jarang terdengar ada ormas atau organisasi masyarakat yang getol bersuara, apalagi melakukan aksi unjuk rasa, diduga berbeda halnya apabila orang biasa atau kaum lemah yang berbuat nista.

” Kalau pejabat yang kena, contohnya kasus mesum atau ada oknum pejabat ketangkap sabu atau maling, itu semuanya pada diam, seolah tutup mata, seolah enggak nampak meski pun di depan mata dan heboh di media, tapi kalau kaum lemah yang kena,koq kelihatannya pada garang semua bersuara, apa itu bukan diskriminasi namanya dalam memerangi maksiat, apakah itu perlakuan yang adil?” tanya aktivis HAM itu.

Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu berharap kepada semua pihak, agar tidak diskriminatif dalam penerapan hukum syariat di Aceh, juga dalam upaya memerangi maksiat, tidak membeda – bedakan antara kaum lemah dan berkuasa.

” Memerangi maksiat, memerangi kebathilan, melawan semua ketidakadilan itu adalah perintah Allah dan Rasulullah, tapi kita tidak disuruh membeda – bedakan pelakunya, antara yang lemah dan berkuasa, semua mesti diperlakukan sama,”ungkapnya.

Dia juga mempertanyakan mengapa seolah berbeda semangat ormas melawan maksiat pada konser musik dengan hotel tempat terjadinya prostitusi online, demikian pula pejabat yang tertangkap narkoba atau maksiat.

” Koq beda hebohnya antara melawan maksiat pada konser, di pantai, dengan melawan maksiat yang terjadi di hotel, koq hotelnya tidak disuruh tutup, tapi pantai disuruh tutup, kemudian tempat maksiatnya pejabat koq enggak ada yang suruh tutup, apa bedanya itu semua? bahkan di Aceh, koruptor para maling – maling besar pun tidak kena hukum syariat, semuanya pada diam, ada apa itu” ungkap Ronny yang mengaku juga kurang sepakat konser diadakan di Aceh.

” Padahal, faktanya akhir – akhir ini, perzinahan, pelacuran, kekerasan seksual bahkan perkosaan pun kerap terjadi di tempat – tempat yang tidak pantas, bahkan terhadap anak kandung sendiri, anak di bawah umur, tapi tempat atau desanya enggak ada itu yang suruh tutup, enggak ada yang bersuara garang dan lantang, apalagi kalau pejabat yang kena, apa kalau pejabat yang bermasalah itu bukan maksiat namanya, apa tidak menyebabkan bencana?” pungkas Roni(Zainal abidin).

Himbauan Kapolres terkait gagal ginjal akut akibat obat batuk sirup

matalensapos Aceh Timur~~Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah, S.I.K melalui Ps. Kasi Dokkes Aipda Muhammad Rafi, AMK menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait penarikan peredaran lima merk obat jenis sirup (21/10).

Kasi Dokkes menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menyarankan agar menghindari penggunaan obat sirup untuk anak-anak karena mengandung Dietilen Glikol (DEG) maupun Etilom Glikol (EG).

“Himbauan untuk menghindari obat yang mengandung DEG dan EG tersebut dikarenakan diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak bahkan bisa berakibat kematian pada anak,” ujar Aipda Muhammad Rafi.

Di jelaskan Aipda M.Rafi tanggal 18 Oktober 2022 Kemenkes RI telah mencatat sebanyak 206 anak di 20 provinsi mengalami gagal ginjal akut serta 99 anak meninggal dunia akibat menggunakan obat sirup.

“Saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menarik lima obat merk paracetamol sirup yaitu:
1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;
2. Flurin DMP Sirup(obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;
3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml;
4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml;
5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml”urainya (Zainal Abidin).

Jum’at Barokah Kapolsek serahkan Bantuan secara langsung ke masyarakat yang berhak

matalensapos Aceh Timur ~~ Kapolsek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana, S.H. bersama anggotanya, menyerahkan bantuan sembako dengan mendatangi langsung rumah sejumlah warga di Dusun Krueng Baung, Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron (21/10).

Kapolsek mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian Polsek Serbajadi pada warga masyarakat yang kurang mampu atau yang membutuhan agar terbangun rasa solidaritas dan kemitraan dengan masyarakat.

“Kita memang sengaja menyerahkan bantuan ini langsung kerumah-rumah warga (door to door), sehingga mereka yang menerima adalah orang-orang yang tepat kita berharap bantuan yang kita berikan dapat meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.” Tutup Kapolsek**team/red/Zbn86/pjt.

Wakapolres Aceh Timur Ajak Anggota Meneladani Akhlak dan Kepemimpinan Rasulullah

matalensapos Aceh Timur~~Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H mengusung tema; “Dengan Aktualisasi Keteladanan Akhlak Dan Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW kita Wujudkan Polri Yang Presisi.” Polres Aceh Timur menggelar pengajian dan tauziah yang berlangsung di Mesjid Babbutaqwa (20/10).

Acara yang dipimpin oleh Wakapolres Aceh Timur Kompol Ferdi Dakio, S.I.K. ini menghadirkan penceramah Tgk. Muhammad Isa, S.Pdi dan dihadiri Pejabat Utama Polres Aceh Timur, Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Timur Ny. Kiky Ferdi Dakio beserta pengurus, Kapolsek jajaran beserta Ketua Ranting Bhayangkari, Personel Polres Aceh Timur dan Perwakilan anggota polsek jajaran.

“Sesuai tema, Dengan Aktualisasi Ketauladanan Akhlak Dan Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW, Kita Wujudkan Polri Yang Presisi” ini bertujuan untuk menambah keimanan dalam tugas kita sehari-hari sebagai anggota Polri” ujar Wakapolres saat menyampaikan sambutan.

Wakapolres juga menambahkan, bahwa ketauladanan dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW bisa kita aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari di lingkungan tempat tinggal kita masing-masing.

Sementara itu Tgk. Muhammad Isa, S.Pdi dalam tausiyahnya menyampaikan, ketauladanan Nabi Besar Muhammad SAW patut kita ikuti sebagai Rosul yang rahmatan lil ‘alamin, demi menuju kehidupan umat yang lebih maju dimasa yang akan datang(Zainal Abidin).