Iskandar “Pak Presiden lihat lah keadaan kami karna kami juga warga negara Indonesia”

matalensapos|Aceh Timur~~masyarakat Dusun Makmur Beusare, Dusun Sukamulya, Dusun Despot dan Dusun Alue Dingdong, sangat sulit untuk pergi ke ibu kota kecamatan berbelanja, maupun menjual hasil pertanian mereka hal tersebut dikarenakan jalan penghubung antara Desa Punti Payong dengan Desa Paya Palas dan Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak (Kawasan Transmigrasi-red) terlihat bagaikan bubur lumpur sehingga susah untuk dilewati.

“Inilah keadaan desa kami pak dari tahun ke tahun 77 sudah Negara ini merdeka tetapi warga desa kami,warga Desa Paya Palas serta warga Desa Seumanah Jaya, saat musim penghujan seperti sekarang ini, ke pasar mandi lumpur, pulang mandi lumpur musim panas bermandikan Debu ,” kata Kepala Desa Punti Payong, Iskandar (13/11/2022).

Saat di tanya awak media apakah pernah membuat laporan ataupun pengajuan ke pemerintah khususnya kabupaten Aceh Timur Iskandar menjelaskan sudah berulang kali dilakukan bahkan dirinya pun sudah tak tahu lagi harus mengadu atau mengajukan ke siapa.

“Kepada Pemerintah Aceh Timur sudah berulang kali saya buat laporan tentang kondisi jalan ini rusak parah pak tahun demi tahun pengesahan anggaran APBK Aceh Timur, pembangunan jalan daerah itu terlupakan kami tidak tahu lagi harus mengadu pada siapa lagi Semoga lewat media ini Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo,menteri pekerjaan Umum ,Menteri Desa masyarakat Tertinggal serta Pejabat pejabat baik dari Aceh Timur,Provinsi Aceh serta Pemerintah pusat dapat membaca juga mendengar suara hati kami karena jalan ini, jalan menuju kawasan transmigrasi”pungkas nya.

Aneh memang kelihatan negara kita 77 Tahun Merdeka,dengan segala aspek pemberitaan tentang pembangunan yang digaung gaung masih ada kehidupan masyarakat yang hampir terisolasi karena akses jalan yang tidak memadai seperti kembali melihat di jaman Dahulu**zbn/pjt.