Pungli rumah rehab aceh timur viral dimedia sosial

matalensapos|Aceh Timur~~Sarnidam Ketua DPW Forum Kerukunan Anak Bangsa (FORKAB) Aceh Timur mengutuk keras terjadinya pungli dan material yang diberikan kepada penerima bantuan rumah rehab di Aceh Timur diduga tidak sesuai serta meminta aparat penegak hukum untuk turun ke lapangan dan memeriksanya. “Kami atas nama FORKAB Aceh Timur mendesak pihak Pemerintah dan juga penegak hukum untuk mengakomodasi perihal dugaan kasus rumah rehab di berbagai wilayah di Aceh Timur yang sudah viral di media sosial saat ini,” ujar Patra sapaan Akrab Sarnidam. Patra mengharapkan kepada pemerintah dan pihak penegak hukum agar tidak tinggal diam dan segera memeriksa serta memanggil pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. “Ini terjadinya di Aceh Timur, seharusnya Pemerintah Aceh Timur juga mau peduli dengan rakyat miskin yang dizhalimi oleh rekanan pelaksana rumah rehab tersebut, walau terkesan itu bukan dari Pemkab Aceh Timur,”Tutup nya**tim/red/Zbn86/pjt.

Aliansi Pemuda Pangkalpinang Sebut Walikota “Banyak Omong, Tidak Konsisten”

PANGKALPINANG-Memasuki empat tahun kepimpinan Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil terus menuai kritik.

Kali ini kritikan datang dari Aliansi Pemuda Pangkalpinang yang dipimpin Salman
Ahda Ferdian.

Molen dinilai tidak becus dalam menyelesaikan sejumlah problem yang terjadi di Kota Pangkalpinang.

Problem yang dimaksud seperti kemiskinan, pengangguran, banjir dan lain-lain.

Ketua Aliansi Pemuda Pangkalpinang Salman Ahda Ferdian Maulan Aklil berharap janji politik Maulan Aklil itu bukan sekedar omongan, tetapi wajib diselesaikan.

Ia juga menyingggung Janji kampanye Molen seperti menaikkan gaji RT/RW dan insentif para ustaz/ustazah.

“Selama ini Molen sebagai Walikota Pangkalpinang tidak konsisten, terlalu banyak ngomong. tetapi realisasi tidak ada.”ujar Ketua Aliansi Pemuda Pangkalpinang, Salman Ahda Ferdian.

Dirinya juga berharap Molen lebih fokus menunaikan janjinya, daripada melakukan kegiatan yang tidak berfaedah seperti membuat konten lucu di Instagram.

“Walikota Pangkalpinang ini terlalu banyak ngelawaknya daripada bekerja nyata. Kalau tidak mampu membangun kota Pangkalpinang, lebih baik mundur saja.”tukasnya**tim/red