matalensapos|Pangkalpinang – Usai pemungutan suara pada 27 November 2024, suasana politik di Provinsi Bangka Belitung memanas. Hasil real count internal menunjukkan Pasangan Calon (Paslon) 01 Erzaldi Rosman dan Yuri Kemal Fadlullah, yang mengusung slogan “Beramal,” memperoleh 44,68% suara. Sementara itu, Paslon 02 mencatatkan 45,79% suara, dengan selisih kurang dari 2%. Kamis (28/11/2024).
Namun, hasil ini langsung memicu evaluasi dan konsolidasi dari Tim Pemenangan “Beramal.” Dalam konferensi pers yang digelar di Pangkalpinang, Ketua Tim Pemenangan, Irham, menyampaikan temuan awal yang mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran serius selama proses pemilu.
Dugaan Kecurangan Terstruktur, Sistematis, dan Masif
Irham mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan beberapa indikasi pelanggaran yang memengaruhi hasil pemilu. Dugaan kecurangan tersebut meliputi praktik politik uang (money politics), pemberian barang-barang kepada pemilih, hingga pelanggaran selama masa kampanye yang diduga dilakukan oleh Paslon 02 dan tim pendukungnya.
“Kami juga mencatat adanya dugaan keterlibatan penyelenggara pemilu di tingkat KPPS yang mengarahkan pemilih untuk mendukung Paslon tertentu,” ujar Irham.
Salah satu temuan paling mencolok adalah tingginya jumlah surat suara tidak sah, yang mencapai 61.856 lembar. Tim “Beramal” menduga angka ini mencerminkan adanya upaya manipulasi hasil suara yang terorganisir.
Langkah Hukum ke Bawaslu
Sebagai tindak lanjut, Tim Pemenangan “Beramal” bersama tim hukum Paslon 01 telah melaporkan temuan ini kepada Bawaslu Provinsi Bangka Belitung pada pukul 23.00 WIB, 27 November 2024. Laporan tersebut didasarkan pada Peraturan Bawaslu RI Nomor 9 Tahun 2024, yang mengatur penanganan pelanggaran pemilu.
“Kami berharap laporan ini dapat diverifikasi secara profesional dan mendalam oleh pihak Bawaslu. Jika terbukti, kami meminta Bawaslu untuk mendiskualifikasi Paslon yang melakukan pelanggaran,” tegas Irham.
Harapan untuk Pemilu Bersih
Irham menyatakan bahwa langkah hukum ini bukan hanya untuk memperjuangkan keadilan bagi Paslon 01, tetapi juga untuk menjaga integritas demokrasi di Bangka Belitung. Ia mengingatkan bahwa pemilu harus berjalan dengan prinsip jujur, adil, dan transparan.
“Kami tidak ingin demokrasi di Bangka Belitung ternoda oleh kecurangan. Masyarakat berhak mendapatkan proses pemilu yang bersih dan bebas dari manipulasi,” imbuhnya.
Respons Publik Ditunggu
Langkah tegas Tim Pemenangan “Beramal” ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan pemantau pemilu. Dengan selisih suara yang begitu tipis, proses penanganan laporan oleh Bawaslu menjadi sangat krusial. Jika dugaan pelanggaran terbukti, hasil pemilu bisa saja berubah drastis.
Sementara itu, Paslon 02 belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan ini. Dalam beberapa hari ke depan, Bawaslu diharapkan segera memverifikasi laporan dan memberikan kepastian hukum.
Pilkada Bangka Belitung tahun ini kembali menjadi ujian bagi komitmen semua pihak untuk menjaga nilai-nilai demokrasi. Bagaimana hasil akhirnya? Semua mata kini tertuju pada proses verifikasi laporan yang tengah berjalan. (Tim)
Arsip Bulanan: November 2024
Pilih Paslon Nomor 1, BERAMAL: Bangun Babel dengan Kolaborasi Tegak Lurus
Opini Pemilih Cerdas Pilgub Babel 2024:
Pasangan calon nomor urut 1, Erzaldi Rosman dan Yuri Kemal Fadlullah (BERAMAL), tampil sebagai sosok pemimpin yang membawa harapan baru bagi Bangka Belitung (Babel). Dalam Debat Pamungkas Pilgub 2024, Yuri Kemal menekankan pentingnya hubungan yang sinergis antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kami lebih diuntungkan secara parsial dan vertikal ke pusat, karena kolaborasi tegak lurus antara pemerintah pusat dan daerah,” ungkapnya. Pernyataan ini menjadi gambaran jelas tentang strategi mereka untuk memastikan Babel tidak tertinggal dalam arus pembangunan nasional.
Sebagai putra dari Menteri Yusril Ihza Mahendra, Yuri memiliki keunggulan jejaring politik yang kuat. Tidak hanya itu, pengalaman Erzaldi sebagai birokrat yang sukses memimpin Bangka Tengah hingga menjadi Gubernur Babel sebelumnya menunjukkan bahwa keduanya adalah kombinasi ideal antara kapasitas teknis dan visi strategis.
Erzaldi, dengan rekam jejaknya, terbukti mampu merealisasikan program-program pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat.
Salah satu program unggulan mereka adalah memperkuat konektivitas Babel sebagai provinsi kepulauan. Erzaldi memaparkan pentingnya percepatan infrastruktur seperti pelabuhan, jalan lintas pulau, dan pengembangan bandara yang akan meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat dan dunia usaha. Dengan dukungan penuh pemerintah pusat melalui Yuri, program ini akan lebih mudah diwujudkan.
Dari sisi ekonomi, BERAMAL juga menawarkan langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi pariwisata dan sektor UMKM. Dengan jejaring nasional dan internasional yang dimiliki, pasangan ini berkomitmen menjadikan Babel sebagai destinasi wisata unggulan yang didukung infrastruktur modern dan kebijakan pro-investasi.
Yuri juga menekankan perlunya membangun ekosistem digital untuk UMKM lokal, yang akan mendorong produk Babel menembus pasar global.
Di sisi pendidikan, BERAMAL merencanakan program peningkatan kualitas pendidikan melalui sinergi dengan kementerian terkait. Program beasiswa, peningkatan kapasitas guru, dan digitalisasi sekolah menjadi fokus mereka untuk mencetak generasi muda Babel yang unggul.
Selain itu, sektor lingkungan hidup juga menjadi perhatian utama. Erzaldi mengusulkan program rehabilitasi lahan pascatambang untuk mendukung ketahanan pangan dan pelestarian ekosistem.
Dalam hal kepemimpinan, pasangan ini menawarkan pendekatan yang inklusif dan berpihak pada rakyat. Mereka memahami bahwa pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga melibatkan kesejahteraan sosial, kesehatan masyarakat, dan penguatan budaya lokal.
Dengan strategi tegak lurus ke pusat, setiap program yang dirancang BERAMAL memiliki peluang besar untuk didukung anggaran pusat, sehingga Babel bisa maju lebih cepat.
Sebagai pemilih cerdas, kita harus melihat sisi positif ini sebagai peluang emas. Memilih BERAMAL adalah memilih kolaborasi nyata yang akan membawa Bangka Belitung menjadi provinsi yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga menjadi model pembangunan daerah di kancah internasional. Dengan BERAMAL, Babel lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Pemilih cerdas, pilih masa depan Babel yang lebih cerah bersama BERAMAL!
Erzaldi “Peluang UMKM untuk berkembang di berbagai sektor usaha
Matalensapos|Pangkalpinang ~~~Ketergantungan pada satu sektor tertentu seperti pertambangan, sering kali membuat masyarakat rentan terhadap perubahan pasar atau kebijakan.
Dalam hal ini, Calon Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan, bahwa eksplorasi dan pengembangan berbagai sektor usaha seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat menjadi solusi, khususnya untuk menciptakan keberlanjutan ekonomi yang inklusif.
“Dengan memberikan peluang UMKM untuk berkembang di berbagai sektor usaha merupakan langkah strategis untuk mendorong diversifikasi ekonomi masyarakat,” kata Erzaldi, Rabu (20/11/2024).
Lanjut Erzaldi, ada berbagai sektor yang dapat dikolaborasikan bersama UMKM, antara lain :
- Sektor Pertanian dan Perkebunan;
Meningkatkan nilai tambah melalui agroindustri, seperti pengolahan hasil pertanian (contoh: pembuatan keripik, jus, atau produk organik). Serta mengadopsi teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, seperti irigasi pintar atau drone untuk pemantauan lahan. - Sektor Perikanan dan Peternakan;
Usaha budidaya ikan air tawar, udang, atau ikan laut dengan pendekatan ramah lingkungan. Pemrosesan hasil peternakan, seperti pembuatan susu olahan, daging asap, atau kulit sebagai bahan kerajinan. - Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;
Pengembangan homestay, kuliner khas, dan paket wisata berbasis budaya lokal, produksi seni dan kerajinan tangan, seperti batik, anyaman, atau ukiran dan digitalisasi produk lokal melalui platform e-commerce untuk menjangkau pasar global. - Sektor Teknologi dan Digital;
Membuka peluang bagi UMKM berbasis teknologi, seperti jasa desain grafis, pembuatan aplikasi, atau pengelolaan media sosial. Serta pelatihan masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam pemasaran produk (digital marketing). - Sektor Jasa;
Jasa pendukung, seperti transportasi lokal, logistik, reparasi, atau kebersihan lingkungan. Peluang di sektor pendidikan, seperti bimbingan belajar, kursus keterampilan, atau pelatihan kerja. - Sektor Energi dan Lingkungan;
Mengembangkan usaha berbasis energi terbarukan (contoh: biogas, panel surya skala kecil). Daur ulang sampah menjadi produk bernilai ekonomis, seperti kerajinan atau bahan bakar alternatif.
Sementara untuk mendukung diversifikasi usaha UMKM ini, dikatakan Erzaldi, bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi-strategi kedepan, salah satunya dengan peningkatan kapasitas dan pelatihan.
Dengan memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat dan memperkenalkan inovasi teknologi diharapkan nantinya dapat membantu proses pemasaran hingga produksi.
“Kedua harus adanya akses permodalan yang mudah bagi UMKM, baik dari pemerintah maupun lembaga keuangan mikro serta meningkatkan insentif pajak untuk sektor tertentu,” jelasnya.
“Ketiga, harus ada kemitraan dengan Industri, mendorong kolaborasi antara UMKM dengan perusahaan besar melalui program kemitraan atau CSR dan memberikan peluang bagi UMKM untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri lokal,” sambung Mantan Gubernur Babel ini.
Selain itu, Erzaldi menjelaskan, pentingnya meningkatkan akses pasar sehingga dapat mendukung UMKM untuk memasarkan produk melalui pameran, pasar lokal, hingga platform digital serta membuka jaringan distribusi hingga ke pasar internasional dengan promosi produk unggulan.
“Terakhir, penguatan regulasi dan kebijakan, dengan membuat kebijakan yang mendukung diversifikasi ekonomi, seperti insentif untuk usaha berbasis lingkungan dan menyederhanakan prosedur perizinan usaha bagi UMKM di berbagai sektor,” bebernya.
Lebih lanjut, dengan membuka peluang di banyak sektor usaha, lanjut Erzaldi, masyarakat tidak hanya memiliki lebih banyak opsi untuk meningkatkan taraf hidup, tetapi juga menciptakan ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Diversifikasi ini menjadi kunci untuk mencegah ketergantungan pada satu sektor dan mendorong kemandirian ekonomi,” tutupnya***Tim/Red
Yuri : Melalui Teknologi Masyarakat Dapat Lebih Aktif Berkontribusi Dalam Pembangunan Ekonomi Digital Yang Inklusif dan Berkelanjutan
Matalensapos|Belitung ~~~
Teknologi merupakan salah satu penggerak utama transformasi sosial dan ekonomi, oleh karna itu, haruslah dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, terutama kelompok yang rentan secara ekonomi.
Dengan memberikan peluang akses yang lebih baik maka diyakini dapat mengurangi ketidaksetaraan ekonomi dalam mengakses teknologi, sehingga diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Demikian hal ini disampaikan oleh Calon Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Yuri Kemal Fadlullah kepada awak media, Rabu (20/11/2024).
Menurut Yuri, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika dapat memberikan ruang akses teknologi yang lebih baik kepada masyarakat, salah satunya dapat mengurangi ketimpangan ekonomi.
“Karna akses teknologi yang merata membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di seluruh lapisan, sehingga membantu mengurangi kesenjangan,” jelas dia.
Lanjut Yuri, manfaat lain yang nantinya dapat dirasakan yaitu peningkatan pendidikan dan keterampilan, hal ini lantaran teknologi memungkinkan akses ke sumber daya pembelajaran global yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
Selain itu juga dapat memperdayakan UMKM, sehingga pelaku usaha kecil mendapatkan akses yang lebih luas ke pasar dan teknologi, sehingga meningkatkan daya saing mereka.
“Terakhir, inklusi sosial dan ekonomi. Hal tersebut karna teknologi dapat menjadi alat pemberdayaan, khususnya bagi kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat di daerah terpencil,” ungkap Yuri.
Sementara itu, dikatakan Yuri, untuk menciptakan ruang akses teknologi yang lebih baik kepada masyarakat tentu harus didukung dengan berbagai hal, antara lain :
1. Penyediaan Infrastruktur Teknologi ;
Pembangunan Jaringan Internet :
Memastikan ketersediaan jaringan internet hingga ke daerah pelosok melalui pengembangan infrastruktur telekomunikasi.
Contoh: Program desa digital dengan akses Wi-Fi gratis di area publik.
Subsidi Perangkat Teknologi :
Memberikan subsidi atau skema kredit ringan untuk pembelian perangkat teknologi bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Pusat Teknologi Komunitas (PTK) :
Membangun fasilitas publik seperti perpustakaan digital, coworking space, atau laboratorium komputer untuk mendukung pembelajaran dan inovasi masyarakat.
2. Literasi Teknologi untuk Semua Kalangan;
Pelatihan dan Edukasi :
Memberikan pelatihan dasar hingga lanjutan tentang penggunaan teknologi bagi masyarakat, khususnya di kalangan pelajar, petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Contoh: Pelatihan e-commerce bagi pedagang kecil untuk memasarkan produk mereka secara online.
Peningkatan Kesadaran Digital :
Melakukan kampanye edukasi tentang manfaat teknologi dan internet, sekaligus memberikan pemahaman tentang keamanan digital.
3. Program dan Kebijakan Pro-Inklusivitas;
Penyediaan Akses Gratis atau Terjangkau :
Memberikan layanan internet dengan biaya rendah atau gratis bagi sekolah, universitas, dan komunitas tertentu.
Insentif untuk Pengembangan Teknologi Lokal
Mendorong inovasi teknologi lokal yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, seperti aplikasi pertanian atau platform pembelajaran berbasis lokal.
Kolaborasi dengan Swasta :
Bermitra dengan perusahaan teknologi untuk memberikan program Corporate Social Responsibility (CSR), seperti donasi perangkat atau pelatihan teknologi.
4. Mendukung UMKM dan Ekonomi Digital;
Platform Khusus untuk UMKM :
Membantu pelaku UMKM mengakses teknologi melalui platform khusus yang mendukung transaksi digital, pemasaran online, dan manajemen usaha.
Contoh: E-marketplace lokal yang ramah pengguna dengan akses gratis atau biaya rendah.
Digitalisasi Usaha Tradisional :
Mendorong digitalisasi sektor tradisional, seperti pertanian, perikanan, dan kerajinan, untuk meningkatkan produktivitas dan akses pasar.
5. Mengurangi Kesenjangan Antar Wilayah ;
Pemetaan Kebutuhan Teknologi :
Melakukan kajian untuk mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan akses teknologi, sehingga intervensi dapat lebih tepat sasaran.
Distribusi Berbasis Pemerataan :
Mengalokasikan anggaran teknologi secara merata dengan prioritas pada wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).
6. Regulasi yang Mendukung ;
Kebijakan Harga Terjangkau :
Menetapkan regulasi yang mendorong operator telekomunikasi untuk menawarkan layanan internet dengan harga yang kompetitif.
Perlindungan Konsumen Digital :
Melindungi masyarakat dari penyalahgunaan data atau layanan yang merugikan, sehingga mereka lebih percaya menggunakan teknologi.
“Dengan memberikan akses yang lebih baik dan memberdayakan masyarakat melalui teknologi, ketidaksetaraan ekonomi dapat dikurangi, dan masyarakat dapat lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tukas Yuri.
*Kantor Desa Menjadi Pusat Konektivitas*
Dalam memberikan ruang yang lebih luas kepada masyarakat akan teknologi, Yuri nantinya juga berencana menjadikan kantor desa sebagai pusat konektivitas.
Sehingga kantor desa nantinya tidak hanya dapat menjadi sarana pertemuan masyarakat, namun bisa menjadi pusat aktivitas bagi seluruh masyarakat
“Artinya pemberdayaan penuh terhadap kantor desa, menjadikan sarana pertemuan masyarakat. Kantor desa menjadi pusat perkumpulan dan diskusi serta sebagai activity center,” imbuhnya.
Dalam mewujudkan hal itu, Yuri berencana membangun kolaborasi dengan penyedia provider internet nirkabel yakni Starlink.
Sebagaimana diketahui, Starlink adalah layanan internet satelit yang dikembangkan oleh SpaceX, perusahaan milik Elon Musk. Starlink menggunakan satelit orbit rendah Bumi (LEO) untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi dan andal di seluruh dunia.
Starlink memiliki beberapa kelebihan, di antaranya, dapat digunakan di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional, dapat berfungsi meskipun terjadi gangguan pada infrastruktur telekomunikasi fisik atau pemadaman listrik serta terminal Starlink mudah dipasang dan dapat ditempatkan di permukaan datar.
“Dengan adanya hal ini, konektivitas akan dapat terealisasi sampai kepada daerah pesisir dan pulau,” harap Yuri.
Dr Marshal mendukung penuh langkah Pasangan Beramal yang berkomitmen memuluskan Izin Pertambangan Rakyat
Matalensapos|Pangkalpinang ~~~
Dr.Marshal Imar Pratama akademisi Bangka Belitung mendukung penuh langkah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman dan Yuri Kemal, yang terus berkomitmen untuk berjuang dalam memuluskan keluarnya petunjuk teknis (Juknis) Izin Pertambangan Rakyat di Babel.
Nantinya, Marshal juga berharap masyarakat dapat dilibatkan dalam pengolahan mineral ikutan yang terkandung dalam timah, sehingga masyarakat tidak hanya berpatok terhadap bahan baku timah atau lebih dikenal dengan timah basah saja.
“Sehingga sudah saatnya masyarakat bisa menikmati mineral ikutan lainnya, tidak hanya timah saja. IPR tersebut membuat masyarakat bisa menjadi tenang dalam menikmati mineral lainnya selain Timah,” kata Marshal, Senin (11/11/2024).
Sebagaimana diketahui, memang ada beberapa mineral ikutan yang terkandung didalam timah, apabila ini dapat dikelola tentu dapat memberikan manfaat besar, baik untuk masyarakat dan juga daerah, berikut rinciannya :
1. Zirkon (ZrSiO4)
Kegunaan: Digunakan dalam industri keramik, refraktori, dan bahan baku metalurgi.
Potensi Ekonomi: Zirkon memiliki nilai jual tinggi, terutama dalam industri keramik karena sifatnya yang tahan panas.
2. Ilmenit (FeTiO3)
Kegunaan: Sumber utama titanium dioksida, yang banyak digunakan dalam pigmen cat, kertas, plastik, dan bahan campuran logam.
Potensi Ekonomi: Memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena permintaan industri untuk titanium yang terus meningkat.
3. Rutil (TiO2)
Kegunaan: Merupakan bahan baku untuk pigmen titanium dioksida dan memiliki banyak aplikasi dalam industri cat, plastik, dan kosmetik.
Potensi Ekonomi: Sama seperti ilmenit, rutil memiliki permintaan pasar yang tinggi dalam industri kimia dan kosmetik.
4. Monasit
Kegunaan: Mengandung unsur tanah jarang (rare earth elements) seperti cerium, lanthanum, dan thorium.
Potensi Ekonomi: Unsur tanah jarang sangat bernilai tinggi dalam industri teknologi tinggi, seperti produksi magnet, elektronik, dan energi hijau.
5. Xenotim (YPO4)
Kegunaan: Mengandung unsur tanah jarang seperti yttrium dan kadang-kadang unsur logam tanah jarang berat lainnya.
Potensi Ekonomi: Memiliki nilai ekonomi tinggi karena penggunaannya dalam industri teknologi tinggi, termasuk elektronik dan energi.
6. Kassiterit (Bijih Timah)
Kegunaan: Walaupun ini adalah bijih utama timah, kadang kala terdapat sebagai mineral ikutan di tambang timah lainnya.
Potensi Ekonomi: Memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai sumber utama timah.
7. Kuarsa
Kegunaan: Banyak digunakan dalam industri kaca, elektronik, dan sebagai bahan baku silikon.
Potensi Ekonomi: Kuarsa bernilai dalam industri manufaktur, terutama dalam pembuatan komponen elektronik dan kaca berkualitas tinggi.
Sementara untuk merealisasikan hal ini, lanjut Marshal, pemerintah dan industri perlu mendirikan fasilitas pengolahan agar mineral ikutan dapat dimurnikan di dalam negeri.
“Negara bisa berkolaborasi dengan dunia luar termasuk investor yang mampu mengelola itu. Di era teknologi apapun bisa, kenapa tidak kan? Ini adalah cita-cita yang besar untuk daerah kita,” jelasnya.
Disamping itu, apabila ini bisa terealisasi otomatis Babel tidak akan menjual produk mentah saja, namun sudah menjadi produk olahan sehingga bisa menjadi nilai tambah dan membuat perekenomian dapat meningkat.
“Itulah pentingnya pengembangan Industri Hilir sehingga bisa membuat ekosistem industri yang memanfaatkan produk akhir dari mineral-mineral ini, seperti industri keramik dan elektronik. Selain itu, pengelolaan yang efektif terhadap mineral ikutan ini dapat meningkatkan pendapatan daerah dan membuka lapangan pekerjaan baru di Bangka Belitung,” imbuh Marshal.
6 Langkah Strategis Rosman DJohan Institut dalam menciptakan SDM Babel Handaldan Berkualitas
Matalensapos |PANGKALPINANG ~~
Rosman Djohan Institut hingga saat ini terus menggencarkan program kuliah gratis khususnya kepada generasi muda yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan handal sehingga diharapkan nantinya para putra daerah ini dapat menerapkan ilmu ini ke daerah dan mengembangkan potensi yang ada di tempat tinggal masing-masing.
Demikian hal ini disampaikan oleh Calon Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman kepada awak media.
Menurut dia, konsep menempatkan mahasiswa di desa-desa untuk memaksimalkan potensi ekonomi lokal sesuai dengan produk unggulan dapat membantu perkembangan desa tersebut lebih cepat.
Disisi lain, program yang sudah dicanangkan ini nantinya akan memberikan dampak positif, baik itu masyarakat, desa, hingga perguruan tinggi para pelajar itu menuntut ilmu.
“Bagi Desa tentu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru,” kata Erzaldi.
“Begitu pula bagi mahasiswa itu sendiri, dapat menambah pengalaman langsung di lapangan, meningkatkan keterampilan sosial dan profesional. Dan bagi perguruan tinggi dapat membuktikan kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat,” sambung dia.
Sementara itu, Erzaldi juga telah merangkum langkah-langkah strategis untuk mendukung terealisasinya program besar tersebut, diantaranya:
1. Identifikasi Potensi Desa;
Pemetaan Produk Unggulan Desa: Lakukan survei untuk mengidentifikasi produk unggulan atau potensi ekonomi desa (misalnya, kerajinan, hasil pertanian, wisata, atau budaya lokal).
Analisis SWOT: Analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari produk unggulan tersebut.
2. Pemilihan Mahasiswa;
Pilih mahasiswa yang sesuai dengan kebutuhan desa, misalnya mahasiswa ekonomi, pertanian, pariwisata, atau teknologi informasi. Pertimbangkan kombinasi lintas jurusan agar program lebih komprehensif.
3. Pelatihan Mahasiswa;
Berikan pelatihan kepada mahasiswa tentang pendekatan pembangunan desa, kewirausahaan, pemasaran, dan teknologi. Pastikan mahasiswa memahami budaya lokal agar interaksi dengan masyarakat lebih efektif.
4. Implementasi Program;
Pendampingan Usaha Lokal: Mahasiswa membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas produk unggulan desa, seperti pengolahan hasil panen atau inovasi produk kerajinan.
Pelatihan Digitalisasi: Edukasi masyarakat tentang pemasaran digital, e-commerce, dan penggunaan media sosial untuk memperluas pasar.
Peningkatan Infrastruktur Ekonomi: Bantu desa dalam menyusun rencana pembangunan ekonomi jangka panjang, seperti menciptakan koperasi atau kelompok usaha bersama.
5. Edukasi dan Keberlanjutan;
Pendidikan Masyarakat: Berikan pelatihan langsung kepada masyarakat, seperti cara meningkatkan efisiensi produksi atau diversifikasi produk.
Penguatan Kelembagaan Desa: Perkuat peran BUMDes atau lembaga lokal lainnya agar program tetap berjalan setelah mahasiswa selesai bertugas.
6. Monitoring dan Evaluasi;
Lakukan evaluasi secara berkala terhadap keberhasilan program. Dokumentasikan proses dan hasilnya sebagai laporan untuk digunakan pada program serupa di masa depan.
“Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat, program ini dapat menciptakan dampak yang signifikan dan berkelanjutan,” imbuh Erzaldi.
Erzaldi”untuk meningkatkan PAD fokus utama adalah pengembangan pariwisata berkelanjutan
PANGKALPINANG – Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengadopsi berbagai strategi inovatif yang menitikberatkan pada optimalisasi sumber daya lokal, diversifikasi ekonomi, dan penguatan tata kelola keuangan daerah.
Calon Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, menyampaikan bahwa langkah-langkah ini sangat penting untuk memajukan perekonomian wilayah secara berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Kami melihat potensi besar dalam destinasi wisata seperti Pantai Parai dan Danau Kaolin. Upaya promosi, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi dengan investor akan menjadi prioritas,” ujar Erzaldi, Minggu (10/11/2024). Selain itu, sektor tambang juga akan dikelola lebih baik untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
Menurut Erzaldi, diversifikasi ekonomi menjadi strategi kunci lainnya dengan menguatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta agribisnis dan perikanan. “Pelatihan dan digitalisasi usaha untuk UMKM sangat penting agar mereka bisa lebih kompetitif,” tambah Erzaldi.
Tak sekedar itu, pemerintah daerah juga harus berkomitmen untuk memudahkan investasi di sektor baru seperti manufaktur dan energi terbarukan. Dalam hal tata kelola pajak, digitalisasi pelayanan menjadi sorotan utama untuk meningkatkan kemudahan pembayaran dan cakupan wajib pajak.
“Kami akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan potensi pajak tidak terlewatkan,” jelas Erzaldi.
Erzaldi memaparkan, pemanfaatan teknologi juga diintegrasikan melalui pengembangan smart city yang bertujuan untuk efisiensi anggaran dan pengelolaan aset daerah. Pihaknya mendukung pembentukan ekosistem digital yang kuat untuk mendistribusikan produk unggulan lokal.
Kerja sama dengan sektor swasta dan komunitas lokal akan diperkuat melalui model public-private partnership (PPP) dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan wisata desa dan ekonomi kreatif. “Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan strategi ini.
“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD tetapi juga mempercepat pembangunan ekonomi Bangka Belitung, menciptakan peluang baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Erzaldi.
Tambang Legal, Peluang Rakyat Menambang dengan Tenang, Juga Penopang Naiknya PAD
PANGKALPINANG |Matalensapos ~~
Pasangan BERAMAL (Bersama Erzaldi Rosman – Yuri Kemal) telah menegaskan bahwasannya persoalan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Juknis Izin Pertambangan Rakyat (IPR) akan tetap menjadi prioritas untuk diperjuangkan apabila kembali menang di Pemilihan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2024.
Sebagaimana diketahui, peta Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Provinsi Kepulauan Babel sudah dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sejak tahun 2023 lalu.
Adapun penerbitan WPR itu melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 46.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 116.K/MB.01/MEM.B/2022 tentang Wilayah Pertambangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tata letak WPR sebanyak 123 Blok dengan luas 8.606 Ha, di tiga kabupaten wilayah Bangka Belitung. Paling luas di Bangka Tengah dengan jumlah 89 blok (6.521 Ha), sementara di Kabupaten Bangka Selatan dengan jumlah 17 blok (1.105 Ha), dan Belitung Timur dengan jumlah 17 blok (980 Ha).
Namun hingga saat ini WPR tersebut belum dapat dikerjakan lantaran belum turunnya juknis IPR dari Kementerian ESDM.
Dalam hal ini, Calon Gubernur Erzaldi Rosman mengatakan, bahwa hambatan selama ini terkait dengan WPR/IPR tersebut adalah regulasi. Karna hal itu pula, lanjut dia, ini merupakan peluang besar bagi pasangan BERAMAL lantaran adanya faktor keterikatan hubungan politik, baik dari Presiden RI Prabowo Subianto serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, yang merupakan orangtua kandung dari Cawagub Yuri Kemal Fadlullah.
“Karena selain karena faktor keterkaitan hubungan politik yang memang tegak lurus dengan pemerintah pusat, juga hubungan secara emosional yang tentunya tak bisa diabaikan antara pasangan BERAMAL dengan para pengambil kebijakan terutama soal regulasi WPR/IPR di tingkat pusat itu sendiri dengan psangan BERAMAL,” kata Erzaldi, Senin (11/11/2024).
Disamping itu, Erzaldi mengakui bahwa sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung perekonomian sebagaian besar masyarakat Babel, sehingga tidak ada alasan untuk tidak memperjuangkan hal tersebut.
“Pertambangan masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Bangka Belitung (Babel) yang terkait langsung untuk kepentingan rakyat banyak,” ungkapnya.
“Ini yang juga cukup mendasar, jika WPR dan IPR berhasil digelontorkan, berarti penambangan imah frakyat akan menjadi legal,” tutur Mantan Gubernur Babel ini.
Nantinya, lanjut dia, jika perjuangan WPR berhasil otomatis sektor pertambangan dapat lebih maksimal dalam menompang pendataan bagi masyarakat, karna tidak perlu sembunyi-sembunyi dalam bekerja.
Dia juga berharap, dengan legalnya sektor pertambangan khususnya WPR akan bermanfaat bagi masyarakat khususnya dari sisi pendapatan, dan juga bermanfaat bagi pemerintah melalui pajak yang dihasilkan dari sektor tersebut.
“Otomatis penambangan dapat maksimal serta pendapatan rakyat juga maksimal karena tidak ada biaya ‘ilegal’ yang harus dikeluarkan. Di sisi lain, dengan penambangan yang legal itu juga, akan menjadi penunjang dan peluang bagi pemerintahan Babel untuk meningkatkan PAD dari sektor tambang,” pungkasnya.
Erzaldi “diversifikasi ekonomi strategi kunci menguatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agribisnis dan perikanan dalam meningkatkan PAD”
Matalensapos|PANGKALPINANG ~~~- Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengadopsi berbagai strategi inovatif yang menitikberatkan pada optimalisasi sumber daya lokal, diversifikasi ekonomi, dan penguatan tata kelola keuangan daerah.
Calon Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, menyampaikan bahwa langkah-langkah ini sangat penting untuk memajukan perekonomian wilayah secara berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Kami melihat potensi besar dalam destinasi wisata seperti Pantai Parai dan Danau Kaolin. Upaya promosi, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi dengan investor akan menjadi prioritas,” ujar Erzaldi, Minggu (10/11/2024). Selain itu, sektor tambang juga akan dikelola lebih baik untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
Menurut Erzaldi, diversifikasi ekonomi menjadi strategi kunci lainnya dengan menguatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta agribisnis dan perikanan. “Pelatihan dan digitalisasi usaha untuk UMKM sangat penting agar mereka bisa lebih kompetitif,” tambah Erzaldi.
Tak sekedar itu, pemerintah daerah juga harus berkomitmen untuk memudahkan investasi di sektor baru seperti manufaktur dan energi terbarukan. Dalam hal tata kelola pajak, digitalisasi pelayanan menjadi sorotan utama untuk meningkatkan kemudahan pembayaran dan cakupan wajib pajak.
“Kami akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan potensi pajak tidak terlewatkan,” jelas Erzaldi.
Erzaldi memaparkan, pemanfaatan teknologi juga diintegrasikan melalui pengembangan smart city yang bertujuan untuk efisiensi anggaran dan pengelolaan aset daerah. Pihaknya mendukung pembentukan ekosistem digital yang kuat untuk mendistribusikan produk unggulan lokal.
Kerja sama dengan sektor swasta dan komunitas lokal akan diperkuat melalui model public-private partnership (PPP) dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan wisata desa dan ekonomi kreatif. “Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan strategi ini.
“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD tetapi juga mempercepat pembangunan ekonomi Bangka Belitung, menciptakan peluang baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Erzaldi.
Dr.M.Arief Noor” Aneh Pinjaman Pemprov Babel tahun 2021 tiba tiba di angkat di pilkada 2024″
Matalensapos|Bangka Belitung ~~~ Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun 2021 memutuskan untuk meminjam dana sebesar Rp 235,95 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur. Langkah ini diambil untuk mempercepat pembangunan di wilayah tersebut, khususnya dalam beberapa sektor penting.
Dana pinjaman tersebut dialokasikan untuk berbagai proyek pembangunan, antara lain pembangunan jalan, pengadaan alat kesehatan di RSUP Bangka Belitung, serta pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Proyek-proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Babel.
Dr. M. Arief Noor, seorang akademisi dari Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menyatakan bahwa keputusan untuk meminjam dana ini telah memberikan dampak positif bagi Babel. Menurutnya, peningkatan infrastruktur yang terjadi memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.
Infrastruktur strategis seperti RSUP Babel dan pengembangan jalan telah memperbaiki akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan transportasi. Hal ini menunjukkan dampak positif dari dana pinjaman tersebut terhadap kualitas hidup masyarakat setempat.
Selain itu, pembangunan pelabuhan ikan diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi nelayan dan sektor perikanan, yang pada gilirannya akan mengembangkan ekonomi lokal. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menggerakkan perekonomian daerah.
Arief juga menambahkan bahwa percepatan pembangunan proyek vital dapat direalisasikan lebih cepat dengan adanya dana pinjaman ini, dibandingkan jika hanya mengandalkan dana APBD. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.
Sekedar tambahan informasi, Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020/2021 sebesar Rp 235,95 miliar untuk Provinsi Bangka Belitung (Babel) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero saat Erzaldi Rosman (ER) menjabat sebagai Gubernur, tiba-tiba diangkat saat Pilkada 2024.
Untuk diketahui, sampai tahun 2024 ini, PT SMI telah memberi pinjaman kepada pemerintah daerah sekitar Rp39 triliun. Ada berapa Pemerintah daerah yang meminjam dana Pembangunan ke SMI? Ada 93 di seluruh Indonesia. Bahkan, saat program ini pertama digulirkan, menurut data Kemendagri ada 124 pemda yang mengajukan proposal.
Bahkan Jawa Barat (Jabar) dan Banten sebagai salah dua provinsi dengan PAD terbesar juga memanfaatkan fasilitas PEN SMI ini. Jabar Rp 4 triliun dan Banten Rp 4,1 triliun. Sementara Sumatera, total porsi dari pinjaman PEN sekitar 10% atau Rp 3,9 triliun. Babel (sekali lagi) hanya Rp 235,95 miliar atau nol koma sekian persen.
Mengapa banyak daerah yang mengajukan? Ini karena ekonomi tahun 2020 terdampak COVID-19. Tahun 2020, postur APBD sebagian daerah mengalami penurunan, bahkan ada beberapa yang defisit. Termasuk Babel sendiri. PAD Babel turun akibat dampak Covid-19, dan Dana Bagi Hasil juga turun karena penurunan ekspor timah, sehingga APBD defisit. Maka pertimbangan dari beberapa pihak, termasuk dengan wakil rakyat, disetujui untuk mengambil fasilitas pinjaman PEN dari SMI.
Mengapa minjamnya ke SMI? SMI itu adalah BUMN yang berada di bawah Kementrian Keuangan, yang diberi misi khusus untuk pembiayaan pembangunan. Perusahaan ini diberi mandat oleh Pemerintah Pusat sebagai katalis untuk mempercepat Pembangunan nasional. Bentuknya LKBB alias Lembaga Keuangan Bukan Bank. Jadi SMI ini representasi pemerintah. Bukan swasta.
Tahun 2020 itu, gegara COVID-19, Kementrian Keuangan menggulirkan apa yang disebut sebagai Program PEN, supaya Pemda yang dilanda kesulitan finansial dalam Pembangunan infrastruktur tetap bisa membangun dengan bantuan dana dari Pusat. Selama ini di Pusat itu ada dana DAK, DAU, dan lain-lain yang disalurkan ke daerah tiap tahun. Nah, fasilitas PEN ini diberikan kepada daerah yang nilainya langsung gede di awal supaya kita bisa bangun infrastrutur, yang nanti dicicil dari potongan dana DAU tiap tahun tadi.
Penyaluran PEN ke Pemda itu memiliki dasar hukum yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 105/PMK.07/2020, yang diamandemen oleh PMK 179/PMK.07/2020, dan diamandemen oleh PMK 43/PMK.07/2021.
Waktu program PEN ini digulirkan tahun 2020/2021, SMI juga punya prioritas. Fokus prioritas waktu itu ke infrastruktur (jalan, jembatan, dan lain-lain), fasilitas kesehatan (rumah sakit dan faskes lainnya), sumber daya air, dan lain-lain.
Dan yang dibangun Pemprov Babel dari dana pinjaman PEN SMI ini sesuai dengan prioritas tersebut. Dana Rp 235,95 miliar itu dibangun untuk fasilitas kesehatan di RSUD Ir. Soekarno, pembangunan dan pelebaran fasilitas jalan di seluruh Babel (termasuk di Bangka Selatan, salah satunya pelebaran Jalan Air Gegas–Bedengung, Bedegung-Batu Betumpang) dan PPI Sungai Baturusa. Tahun 2021 itu ekonomi Babel tumbuh 5,05%, tertinggi se-Sumatera pada saat Covid-19***Tim/Red
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.