Panitia Tidak Siap Website ke-14 Pidie Lambat Daftar Perolehan Medali,Kontingen Mengeluh Begini

matalensapos | Aceh Timur~~Tim Media Center PORA XIV di Pidie terlihat diduga sangat lambat untuk mengupdate informasi peroleh medali di portal atau website resmi: poraxiv.pidiekab.go.id. Hal tersebut disampaikan Oleh Dedi Saputra SH ketua aliansi wartawan Aceh independen (AWAI) serta juga menerima keluhan dari beberapa ofisial Kontingen Aceh Timur di Pidie, Senin (12/12/2022). Menurut Dedi,sejak kemarin, website tersebut belum ada update peroleh medali pada cabor yang telah dipertandingkan. “Sudah dua hari tidak update, padahal banyak kelas telah dipertandingkan,”ujar Dedi kepada media ini. Ia mengaku, beberapa kontingen harus mengupdate sendiri peroleh medali yang telah diperoleh. Hal ini dilakukan karena portal resmi PORA XIV 2022, belum nampak penambahan medali. Padahal dari data yang di terima oleh beberapa rekan media Aceh Timur yang meliput di lapangan bahwa Kontingen atlet Aceh Timur dalam beberapa bidang olahraga raga telah meraih emas sebanyak 4, perak 6 serta perunggu 4 “Seharusnya ini tidak terjadi. Masyarakat saat ini memanfaatkan media digital untuk update informasi, namun nyatanya panitia tidak siap,” ujarnya. Masih Lanjutnya, panitia PORA di Pidie tidak memiliki sumberdaya yang cukup untuk mengelola itu. Sehingga, ia berharap, panitia segera melakukan langkah evaluasi agar masyarakat dan khususnya atlet tidak kesulitan update informasi. “Padahal Aceh Timur sudah memiliki 4 emas, kabupaten/kota lain juga banyak sudah bertambah. Tapi angkanya belum ada perubahan di web,” pungkasnya. zainal abidin pjt

Meraih Medali Pertama Perak ,Ketua KONI Ucapkan Terima Kasih Kepada Tim Catur Aceh Timur

matalensapos |Pidie ~~Setelah melalui perjuangan berat dan alot Atlet beregu catur Aceh Timur , Ridhal Mahfudh, M.Akbar, Zulfikar dan Reza Malik yang dikapteni Saifulnur Akhirnya meraih Perak dikatagori Beregu Putra Catur Cepat pada Meja 2 Senin 12 Desember 2022.

Medali Perak diraih pecatur M.Akbar melalui perjuangan melelahkan dibabak akhir melawan pecatur Aceh Tenggara.

Di babak 7 ( akhir), sebelum M.Akbar melawan pecatur Aceh Tenggara sudah mengantongi poin 4 bersaing dengan pecatur Bireun dan Aceh Tenggara yang sama sama memiliki poin 4. Namun M. Akbar memiliki penilaian solkop lebih baik dan didukung dengan kemenangan melawan pecatur Aceh Tenggara. Setelah dilakukan penghitungan nilai oleh tim juri akhirnya M.Akbar dinobatkan sebagai peraih medali Perak.

Ketua KONI Aceh Timur Dr. Firman Dandy SE.,M.Si didampingi Ketua Percasi Aceh Timur , Abdul Manaf, AB menyaksikan langsung pengalungan medali yang dilakukan oleh wakil ketua Pengprov Percasi Aceh Kamaruzzaman di oproom Kantor Bupati Pidie.

” terima kasih kepada tim catur Aceh Timur yang telah berhasil meraih medali pertama Perak pada katagori Catur Cepat beregu di papan 2. Ini adalah menunjukkan sebuah kemajuan, semoga dengan Raihan sementara di Even PORA XIV ini dapat lebih bersemangat dan berpacu lagi untuk meraih medali pada hari-hari berikutnya”. jelas Dandy.

Pertama Dalam Sejarah, Aceh Timur Peringati Hari HAM Sedunia

matalensapos | Aceh Timur~~Sejumlah massa mengatasnamakan diri Koalisi Masyarakat Pejuang HAM dan Keadilan, hari ini menggelar aksi memperingati hari HAM sedunia dengan serangkaian aksi di Aceh Timur.

Peringatan hari HAM sedunia itu merupakan yang pertama kalinya digelar dalam sejarah di daerah penghasil migas tersebut. Puluhan massa menggelar aksi teatrikal membentang spanduk aksi berbunyi ” Selamat Hari HAM Sedunia ” di tengah jalan raya Medan – Banda Aceh, membacakan petisi berisi sejumlah tuntutan serta melepas sepasang merpati bersama aparat kepolisian yang bertugas dari Polres Aceh Timur.

” Alhamdulillah, meski sangat sederhana, aksi memperingati hari HAM sedunia yang pertama kalinya di Aceh Timur hari ini berlangsung sukses, berkat dukungan saudara seperjuangan, aparat kepolisian dan semua pihak, semoga tahun depan bisa terulang kembali dengan persiapan yang lebih baik lagi dan ideal, ini merupakan bagian dari mimpi kami yang terwujud,” kata Kordinator Aksi, Ronny H, didampingi Irfan Hutagalung SH.

Setelah membaca petisi, membunyikan sirine, melepas merpati dan berbaris rapi di tengah jalan raya, aksi yang sempat memacetkan jalan raya Medan – Banda Aceh selama beberapa menit itu kemudian berlanjut dengan longmarch menuju pendopo bupati Aceh Timur dan Kantor Kejaksaan Aceh Timur.

Di depan pendopo, massa aksi yang sempat berorasi selama beberapa menit, langsung disambut hangat oleh Pj Bupati Aceh Timur, Ir, Mahyuddin, Msi, beserta jajarannya yang kemudian diminta menandatangani petisi, selanjutnya melepas merpati secara simbolik, dan memberi sambutan seputar hari HAM tersebut.

” Dalam rangka memperingati hari HAM sedunia, sholawat dan salam kita sanjungkan kepada nabi besar Muhammad SAW, sebagai pelopor hak asasi manusia, dan kami sebagai perwakilan pemerintah Aceh Timur hari ini, tetap memperhatikan masalah kemanusiaan yang adil dan beradab, itu memang tujuan negara kita, pemerintah juga terus berusaha semakin hari untuk semakin baik lagi, dan tujuan negara adalah untuk melindungi segenap warganya,” ucap Pj Bupati Aceh Timur, Ir Mahyuddin Msi, di hadapan massa aksi.

Selanjutnya massa yang tadinya bergerak aksi di tengah kondisi hujan itu kembali longmarch menuju kantor kejaksaan negeri Aceh Timur, di sana massa disambut Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Semeru, SH, MH, beserta jajarannya.

Setelah berorasi sejenak, dan membentangkan spanduk aksi berbunyi ” Penegakan Hukum Yang Tidak Adil adalah Pelanggaran HAM” kemudian perwakilan aksi meminta kepala kejaksaan itu untuk menandatangani selembar kertas berisi petisi yang memuat sejumlah tuntutan terkait penegakan hukum yang berkeadilan di Aceh Timur.

Kemudian Kajari Aceh Timur pun bersama masyarakat dan pihak Polres Aceh Timur yang terdiri dari Sat Intelkam, Sabhara dan Sat Reskrim, secara bersama – sama melepaskan sepasang lagi merpati putih yang terbang bebas disambut tawa ceria massa aksi.

” Dalam rangka memperingati hari HAM sedunia, kita mengharapkan kepada para penegak hukum, agar dalam melaksanakan tugas dan fungsinya senantiasa jangan sampai melanggar HAM, saya tidak menyampaikan soal kasus spesifik, jadi intinya apa yang disampaikan kordinator aksi tadi akan kita laksanakan, selama itu cukup bukti dan sah, jadi tidak ada alasan untuk tidak kita proses secara hukum,” ungkap Kajari Aceh Timur, Semeru SH, MH.

Tak lama kemudian, massa yang terdiri dari berbagai latar belakang seperti kaum miskin, aktivis, serta korban dari berbagai kasus hukum, dan juga pedagang kecil serta pegiat sosial lainnya itu pun akhirnya membubarkan diri.

Dalam aksi tersebut tampak hadir pula sejumlah pegiat sosial seperti Muhammad Arief (Perleng), Tarmizi, Razali, Hasbi, Kusmiadi, Fakri, Gadong, Jaka, dan jurnalis seperti Iksan, Zainal dan lainnya.

Setiap tahunnya pada 10 Desember warga dunia memperingati hari HAM sedunia yang bertepatan dengan hari Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR) pada tahun 1948.

UDHR sendiri merupakan dokumen tonggak sejarah yang menyatakan hak-hak yang tidak dapat dicabut yang dimiliki setiap orang sebagai manusia, terlepas dari ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, bahasa, aliran politik maupun pendapat lainnya. Juga terlepas dari asal kebangsaan, tingkat sosial, properti, kelahiran hingga status lainnya.

HAM atau Hak Asasi Manusia merupakan hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata kerena manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena diberikan oleh masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata berdasarkan martabatnya sebagai manusia.

Namun sayangnya, masih banyak pihak yang melakukan pelanggaran HAM. Bahkan hampir setiap negara memiliki permasalahan dalam usaha untuk menegakkan HAM, tidak terkecuali di Indonesia.

Pelanggaran HAM berat adalah kejahatan luar biasa yang mengakibatkan kerugian yang bersifat sulit dikembalikan ke keadaan semula. Korban pelanggaran HAM berat umumnya menderita luka fisik, mental, penderitaan emosional dan kerugian lain yang berkaitan dengan hak asasi manusia. Pelanggaran HAM berat juga menyebabkan kerugian materiil bagi korbannya. Perumusan tentang pelanggaran HAM berat belum secara jelas ditetapkan dalam berbagai resolusi maupun deklarasi yang telah diadakan oleh negara-negara di dunia.

zainal abidin pjt

Zulfadli (Oyong)Ketua PASI Aceh Timur Minta Maaf Kenapa?

matalensapos | Aceh Timur – Pekan Olahraga Aceh (PORA) Ke – 14 di helat tahun ini di Kota Sigli, Kab. Pidie, dimana setiap 23 Kabupaten/kota di Aceh mengirimkan para atlit – atlit terlatih untuk meraih kejuaraan pada tingkat Daerah hingga ke kancah Internasional.

Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Aceh Timur, Zulfadli Oyong melalui pesan jarak jauh menyampaikan beberapa hal kepada Atlityang saat ini sedang mengikuti PORA ke – XIV di Pidie.

Pertama, dia memberi apreasi kepada atlit yang sudah bertanding, baik yang sudah meraih medali emas, perak maupu perunggu.

Kedua, Oyong meminta maaf dikarenakan tidak bisa mengikuti PORA tersebut, pasalnya ada kesibukan dan lain hal sehingga membuat dirinya tidak bisa ikut hadir dalam momentum besar itu.

” Meskipun saya tidak bisa ikut hadir kesana, namun saya tetap mendukung penuh adik – adik atlit yang sedang bertanding saat ini, saya harap kalian tetap semangat dan mendapatkan hasil yang memuaskan ” Ujar Zulfadli kepada media ini, Senin (12/12/2022).

Kemudian dia mengatakan, kepada atlit agar menjaga kesehatannya guna dalam pertandingan nanti lebih energik dan Full Stamina.

” Kita harap juga jangan sampai atlit kita menjaga kesehatannya, dan tidak begadang, dengan hal itu maka saat pertandingan berlangsung para peserta lebih bugar dan semangat tentunya ” Demikian Oyong dengan menutup keterangan.

zbn86

Atlet Kempo Aceh Timur sukses meraih Kemenangan

Matalensapos |Aceh ~~Atlet Kempo Aceh Timur meraih hasil memuaskan untuk seluruh pertandingan laga hari pertama Cabang Olahraga (Cabor) Shironji Kempo pada Minggu, (11/12/2022) di Pekan Olahraga Aceh (PORA).

Atlet Kempo Aceh Timur yang bertanding hari ini bermain di Randori Putri kelas 51 Kg dan 54 Kg. Masing-masing ialah Silva Nazuwa (kelas 51 Kg) dan Fitriani (kelas 54 Kg).

Pada pertandingan awal, Silva Nazuwa menang setelah melalui pertarungan sengit melawan Atlet Kempo Aceh Tengah Miftahul Jannah.

Sedangkan Fitriani bermain dikelas 54 Kg berhasil membungkam Atlet Kempo Pidie Jaya Cut Nayra pada putaran pertama.

“Inti nya kita bertanding secara sportif dan semangat sang juara harus tetap ada dalam jiwa atlit, untuk target medali emas, pasti semua atlit menginginkan perkalungan emas. Yang pasti nya kita di cabor kempo ini khusus nya untuk kontingan Aceh timur akan berusaha semaksimal mungkin, kami yakin akan membawa pulang medali emas untuk Aceh timur”. Muhammad Jamal, selaku ketua umum pengcab perkemi dan pelatih

Memasuki putaran kedua, Silva Nazuwa kembali menang bertarung melawan Nurrahmi (Bireun). Selanjutnya, Fitriani juga memenangkan laga lanjutan (putaran ke-2) melawan Atlet Kempo Aceh Tengah Yurike Amelia Putri.

Yurike Amelia harus menerima kekalahan setelah jatuh 2 kali saat menghadapi atlet Aceh Timur.

Ketua KONI Aceh Timur Firman Sandy menyebut ia yakin bahwa Aceh Timur akan mengumpulkan medali dan menjadi juara pada Pekan Olahraga Aceh (zainal abidin pjt)

Kami Berharap Bapak Kapolda Aceh Dapat Menindak PuKat Harimau yang Kebal Hukum Beroperasi Di Aceh Timur.

matalensapos | Aceh Timur – Para nelayan tradisional di seputaran Kuala Idi perairan Kabupaten Aceh Timur mengaku resah akibat banyaknya kehadiran kapal ilegal yang menangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau (trawl).

Sebagaimana berdasarkan pasal 2 Peraturan Mentri (Permen) nomor 02 tahun 2015 tentang larangan menggunakan alat tangkap jenis trawl/pukat hela dan pukat tarik selain terancam biota laut seperti zooplankton, terumbu karang dan keaneka ragaman hayati kelautan lainnya juga akan ikut punah

Meski dilarangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia karena merupan hal ilegal, namun hal tersebut tidak menyudutkan semangat para pemilik Kapal trowl untuk terus melakukan aktifitasnya di bibir pantai Aceh, Khususnya di Pesisir Pantai Aceh Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang nelayan tradisional, Bustami, warga Kuala Idi, Idi Rayeuk, yang mengaku sedih karena telah kehilangan 97 buah bubu rawe (ranjungan kepiting) miliknya pada Rabu 7/12 lalu lenyap akibat terseret pukat harimau yang beroperasi saban hari.

“Bayangkan hampir setiap hari belasan unit kapal yang menggunakan pukat harimau hadir di peraian Kuala Idi, Kuala Simpang Ulim hingga ke Kuala Krueng Thoe Madat, sayangnya terkadang mereka beroperasi jaraknya hanya satu mil dari bibir pantai. Bahkan Saya pernah meminta ganti dari toke boat katrowl, namun pemilik kapal trowl malah mengaku tidak pernah bersalah,” kata Bustami yang mewakili para nelayan lainnya, pada Jum’at Sore hari ini

Bustami juga menjelaskan, akibat ulah dari pukat harimau, banyak nelayan tradisional diwilayah Kuala Idi, Simpang Ulim hingga Kuala Leuge Peureulak menuai kerugian.

“Saat ini ada beberapa unit kapal gunakan pukat harimau, baik ukuran kecil maupun besar terlihat bebas menagkap ikan dengan cara ilegal. “Setiap hari terlihat banyak kapal liar, dengan Tonos groos (GT) berbeda-beda, minimal 10 hingga 20 unit barlayar setiap hari di wilayah Kuala Idi hingga Simpang Ulim dan Madat,”bebernya.

Menyikapi keresahan nelayan tradisional yang barasal dari kelurga miskin, Masri SP aktivis sosial Aceh Timur meminta kepada penegak hukum untuk tindak tegas terhadap kasus tersebut.

“Saya meminta Kapolda Aceh, Polres Aceh Timur, Kementerian Kelautan dan Perikanan harus segera turun tangan guna menyelamatkan biota laut, seperti terumbu karang, bio plankton, agar laut di Aceh Timur tidak rusak ekosistem, pinta Masri, Jum’at (09/12/2022).

Lanjut Masri, Jangan sampai seperti laut Belawan, Sumut, yang tandus akibat terumbu karang rusak sehingga ikan – ikan sudah berimigrasi. Jika itu terjadi, maka yang rugi adalah nelayan kecil yang menangkap ikan dengan alat tradisional,” Tegas aktivis Aceh Timur tersebut.

“Mereka itu mafia yang selalu mengincar zona tangkap nelayan tradisional di Aceh Timur dan bukan hanya itu, mereka juga telah merusak rumpon ikan milik nelayan kecil. Baik siang ataupun malam, mereka itu kapal pukat trawl ada operator nya, dan pukat pukat harimau adalah hama perusak bagi nelayan tradisional. Akibat ulahnya yang ilegal, semakin merugikan nelayan kecil hingga ekonomi nelayan tradisional semakin terpuruk,”Pungkasnya(zbn86).

Pembukaan PORA Pidie PJ. Bupati : Kembali Beri Semangat Juara Atlet

matalensapos | Sigli ~~ PJ. Bupati Aceh Timur Ir. Mahyuddin, M.Si menghadiri acara Opening Ceremony PORA XIV Pidie Tahun 2022 yang dilaksanakan di lapangan Blang Pase, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu 10 Desember 2022. Event olah raga empat tahunan ini berlangsung 10-22 Desember.

Seluruh Para tamu undangan disambut iringan Serune Kalee dan penampilan Tari Meuhidang. Event bergengsi ini diikuti 23 kontingen kota/kabupaten dengan 6.566 atlet yang berkompetisi di 35 cabang olah raga.

Pj. Bupati Aceh Timur Ir. Mahyuddin M.Si usai penutupan acara mengatakan pembukaan PORA berjalan dengan baik. Ia pun berharap kepada seluruh kontingen Aceh Timur menjaga adab serta menjunjung tinggi sportifitas selama even berlangsung.

“Semoga para atlet kita dapat bertanding dengan sportifitas dan yang paling terpenting adalah menjaga etika dengan baik,” tegas Pj. Bupati Aceh Timur.

Ir. Mahyuddin berharap atlet dari kontingen Kabupaten Aceh Timur mampu meraih kembali kejuaraan yang seperti terukir pada tahun 2014 lalu.

“Tentu juara seperti tahun 2014 lalu yang kita harapkan,” harap Pj. Bupati.

Dalam kesempatan itu Pj. Bupati juga berharap agar para atlet tetap menjaga kesehatan sehingga saat berlaga memiliki kondisi yang energik.

“Tetap tumbuhkan semangat sang juara dan torehkan hasil yang maksimal untuk membawa nama harum Kabupaten Aceh Timu,” demikian tutup Bupati.

Sementara itu parade defile dipimpin langsung oleh Ketua Kontingen Kabupaten Aceh Timur T. Reza Rizki, SH, M.Si yang di ikuti oleh seluruh atlet dari cabor. Untuk seluruh Kontingen Aceh Timur asrama dipusatkan di SMK N1 Pidie(zainal abidin pjt)

Wakapolda Aceh, Menghadiri Pembukaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV Pidie Tahun 2022

Matalensapos|Sigli ~~Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Drs. Syamsul Bahri, M. M, menghadiri upacara pembukaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV Pidie Tahun 2022 yang berlangsung di Lapangan Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (10/12/22).

Dalam upacara pembukaan juga turut hadir Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Wakil Ketua KONI Pusat Mayjen (Purn) Suwarno, Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf, Ketua DPRA Saiful Bahri, Pejabat Forkopimda Kab Pidie dan serta para undangan lainnya,

“Upacara pembukaan PORA XIV 2022 Pidie tersebut diwarnai penyerahan piala bergilir PORA oleh Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf, kepada Pj. Bupati Pidie, H. Wahyudi Adisiswanto, M.Si.”

Dalam PORA Pidie 2022 ada 36 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, masing-masing 33 cabang olahraga dipertandingkan di Pidie

Dan 3 (Tiga) lagi cabang olahraga yakni renang, menembak dan panjat tebing yang akan dipertandingkan di kota Banda Aceh dan Aceh Besar, “

“kemudian pada pembukaan tersebut digelar juga penyulutan Api PORA oleh Atlet Nasional Tarung Derajat dari Pidie Muhammad Iqbal dan penampilan 1000 peusilat.”

zainal abidin pjt

Kadis Pendidikan Pidie Sambut Langsung Kontingen Aceh Selatan

matalensapos| Aceh Selatan~~ Kontingen Aceh Selatan tiba di Pidie dan disambut langsung oleh Panitia bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Yusmadi Kasim, M.Pd di gedung Pidie conventions center (PCC), Pidie, Jumat (9/12/2022).

Adapun acara penyambutannya sekaligus pengalungan karangan bunga kepada perwakilan kontingen kabupaten Aceh Selatan dalam hal ini diwakiki oleh Koordinator Kesekretariatan Halim Bahril, SE.

Kadis pendidikan Yusmadi Kasim mengatakan selamat datang kepada kontingen Aceh Selatan dan mudah-mudahan semuanya aman serta nyaman selama berada di Pidie ini.

“Kami sangat bangga dan bahagia hari ini teman-teman kita seluruh Aceh, bisa berhadir di Kabupaten Pidie dan kami memuliakan serta siap membantu untuk melakukan berbagai keperluan, bagi kami kehadirannya bapak dan ibuk adalah suatu kehormatan”ujarnya

“Dan hari ini kita tempatkan Aceh Selatan di Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ), dan kami sudah menyiapkan tim dokter untuk membantu berbagai keperluan seandainya ada kendala di tempat penginapan tim kami siap memberikan berbagai informasi dan siap melayani terkait tempat rekreasi nantinya yang ada di kabupaten Pidie ini, terimakasih atas kedatangannya”lanjut Yusmadi

Disamping itu Ketua Kesekretariatan Halim Bahril menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas sambutan dan arahan dari panitia, serta tim pora XIV Pidie yang telah menyempatkan waktu dalam penyambutan tersebut(Zainal Abidin)

Pj Bupati Aceh Timur Minta Kontingen PORA Jadi Inspirasi dan Pantang Menyerah

Matalensapos |ACEH TIMUR ~~Pj Bupati Aceh Timur Ir Mahyuddin MSi meminta kepada para atlet dari kontingen Aceh Timur yang akan berangkat menuju PORA di XlV Kabupaten Pidie agar menjadi inspirasi dan memilik semangat pantang menyerah.

Hal itu disampaikan Ir Mahyuddin saat melepas atlet kontingen Aceh Timur yang akan berlaga disejumlah cabang olahraga, di tingkat provinsi Aceh pada Jumat (9/12/2022), di halaman komplek pendopo Bupati Aceh Timur.

“Saya mengharap atlet Aceh Timur menjadi inspirasi bagi semua, serta kerja keras dan semangat pantang menyerah dalam meraih prestasi,” kata Pj Bupati Aceh Timur Ir Mahyuddin MSi.

Ir Mahyudddin yang turut didampingi oleh Plt Sekda Aceh Timur T Reza Rizki juga berpesan, agar para atlet dari Aceh Timur menjadi teladan serta tetap menjunjung sportifitas dan persahabatan.

“Jangan merebut juara dengan tidak sportif, jadi atlet Aceh Timur saya mengharapkan nanti kita menjadi teladan disana, dan tetap menjaga etika. Contohilah akhlak Rasulullah, akhlak itu yang utama, karena dengan akhlaklah kita beradab. Semoga kita menjadi contoh disana,” pesan Ir Mahyudddin kepada para atlet.

Sementara itu, Ketua KONI Aceh Timur Dr Firman Dandy MSi saat menyampaikan laporannya turut berpesan kepada para atlet agar tetap menjaga semangat, seperti selogan yang melekat diposis dada atlet Aceh Timur, yakni semangat sang juara.

Selain itu, dalam laporannya Dr Firman Dandy juga mengatakan pada PORA yang ke XlV di Pidie tahun ini Aceh Timur mengikuti 26 cabang olahraga yang akan ikut berlaga pada ajang bergengsi tingkat di Provinsi Aceh ini.

“Hari ini kita melepaskan 21 cabang olahraga,karena sebelumnya pelepasan telah dilakukan terlebih dahulu seperti, Cabor futsal,taekwondo, tarung derajat dan lainnya,” sebut Dandi.

Adapun keseluruhan kontingen dari Aceh Timur tambah Firman Dandy, sejumlah 530 orang, itu sudah termasuk para atlet, panitia serta tim medis.

“Saya selaku ketua KONI mengucapkan ribuan terimakasih atas dukungan bapak Pj bupati, pak kapolres, Dandim serta unsur Forkopimda, kepada para kontingen, adik-adik para atlet. Semoga kita bisa mengumpulkan energi, dan semangat Aceh Timur semangat sang juara,” pungkas Dandi.

Sementara itu Kapolres Aceh Timur yang turut hadir pada pelepasan kontingen turut berpesan agar para atlet tetap menjaga mental agar tidak kendor, karena menurutnya dengan mental yang kuat dapat membangkitkan semangat juang dalam bertanding.

“Adik-adik jangan patah semangat, mental kalian harus kuat dan yakinlah dengan mental yang kuat dapat membangkitkan semangat juang, semoga menjadi juara,” tambah Kapolres Aceh Timur Andy Rahmansyah.

zainal abidin pjt

Berita Sesuai Fakta

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai