Erzaldi”untuk meningkatkan PAD fokus utama adalah pengembangan pariwisata berkelanjutan

PANGKALPINANG – Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengadopsi berbagai strategi inovatif yang menitikberatkan pada optimalisasi sumber daya lokal, diversifikasi ekonomi, dan penguatan tata kelola keuangan daerah.

Calon Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, menyampaikan bahwa langkah-langkah ini sangat penting untuk memajukan perekonomian wilayah secara berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Kami melihat potensi besar dalam destinasi wisata seperti Pantai Parai dan Danau Kaolin. Upaya promosi, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi dengan investor akan menjadi prioritas,” ujar Erzaldi, Minggu (10/11/2024). Selain itu, sektor tambang juga akan dikelola lebih baik untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.

Menurut Erzaldi, diversifikasi ekonomi menjadi strategi kunci lainnya dengan menguatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta agribisnis dan perikanan. “Pelatihan dan digitalisasi usaha untuk UMKM sangat penting agar mereka bisa lebih kompetitif,” tambah Erzaldi.

Tak sekedar itu, pemerintah daerah juga harus berkomitmen untuk memudahkan investasi di sektor baru seperti manufaktur dan energi terbarukan. Dalam hal tata kelola pajak, digitalisasi pelayanan menjadi sorotan utama untuk meningkatkan kemudahan pembayaran dan cakupan wajib pajak.

“Kami akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan potensi pajak tidak terlewatkan,” jelas Erzaldi.

Erzaldi memaparkan, pemanfaatan teknologi juga diintegrasikan melalui pengembangan smart city yang bertujuan untuk efisiensi anggaran dan pengelolaan aset daerah. Pihaknya mendukung pembentukan ekosistem digital yang kuat untuk mendistribusikan produk unggulan lokal.

Kerja sama dengan sektor swasta dan komunitas lokal akan diperkuat melalui model public-private partnership (PPP) dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan wisata desa dan ekonomi kreatif. “Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan strategi ini.

“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD tetapi juga mempercepat pembangunan ekonomi Bangka Belitung, menciptakan peluang baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Erzaldi.

Tambang Legal, Peluang Rakyat Menambang dengan Tenang, Juga Penopang Naiknya PAD

PANGKALPINANG |Matalensapos ~~
Pasangan BERAMAL (Bersama Erzaldi Rosman – Yuri Kemal) telah menegaskan bahwasannya persoalan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Juknis Izin Pertambangan Rakyat (IPR) akan tetap menjadi prioritas untuk diperjuangkan apabila kembali menang di Pemilihan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2024.

Sebagaimana diketahui, peta Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Provinsi Kepulauan Babel sudah dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sejak tahun 2023 lalu.

Adapun penerbitan WPR itu melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 46.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 116.K/MB.01/MEM.B/2022 tentang Wilayah Pertambangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tata letak WPR sebanyak 123 Blok dengan luas 8.606 Ha, di tiga kabupaten wilayah Bangka Belitung. Paling luas di Bangka Tengah dengan jumlah 89 blok (6.521 Ha), sementara di Kabupaten Bangka Selatan dengan jumlah 17 blok (1.105 Ha), dan Belitung Timur dengan jumlah 17 blok (980 Ha).

Namun hingga saat ini WPR tersebut belum dapat dikerjakan lantaran belum turunnya juknis IPR dari Kementerian ESDM.

Dalam hal ini, Calon Gubernur Erzaldi Rosman mengatakan, bahwa hambatan selama ini terkait dengan WPR/IPR tersebut adalah regulasi. Karna hal itu pula, lanjut dia, ini merupakan peluang besar bagi pasangan BERAMAL lantaran adanya faktor keterikatan hubungan politik, baik dari Presiden RI Prabowo Subianto serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, yang merupakan orangtua kandung dari Cawagub Yuri Kemal Fadlullah.

“Karena selain karena faktor keterkaitan hubungan politik yang memang tegak lurus dengan pemerintah pusat, juga hubungan secara emosional yang tentunya tak bisa diabaikan antara pasangan BERAMAL dengan para pengambil kebijakan terutama soal regulasi WPR/IPR di tingkat pusat itu sendiri dengan psangan BERAMAL,” kata Erzaldi, Senin (11/11/2024).

Disamping itu, Erzaldi mengakui bahwa sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung perekonomian sebagaian besar masyarakat Babel, sehingga tidak ada alasan untuk tidak memperjuangkan hal tersebut.

“Pertambangan masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Bangka Belitung (Babel) yang terkait langsung untuk kepentingan rakyat banyak,” ungkapnya.

“Ini yang juga cukup mendasar, jika WPR dan IPR berhasil digelontorkan, berarti penambangan imah frakyat akan menjadi legal,” tutur Mantan Gubernur Babel ini.

Nantinya, lanjut dia, jika perjuangan WPR berhasil otomatis sektor pertambangan dapat lebih maksimal dalam menompang pendataan bagi masyarakat, karna tidak perlu sembunyi-sembunyi dalam bekerja.

Dia juga berharap, dengan legalnya sektor pertambangan khususnya WPR akan bermanfaat bagi masyarakat khususnya dari sisi pendapatan, dan juga bermanfaat bagi pemerintah melalui pajak yang dihasilkan dari sektor tersebut.

“Otomatis penambangan dapat maksimal serta pendapatan rakyat juga maksimal karena tidak ada biaya ‘ilegal’ yang harus dikeluarkan. Di sisi lain, dengan penambangan yang legal itu juga, akan menjadi penunjang dan peluang bagi pemerintahan Babel untuk meningkatkan PAD dari sektor tambang,” pungkasnya.

Erzaldi “diversifikasi ekonomi strategi kunci  menguatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agribisnis dan perikanan dalam meningkatkan PAD”



Matalensapos|PANGKALPINANG ~~~- Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengadopsi berbagai strategi inovatif yang menitikberatkan pada optimalisasi sumber daya lokal, diversifikasi ekonomi, dan penguatan tata kelola keuangan daerah.

Calon Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, menyampaikan bahwa langkah-langkah ini sangat penting untuk memajukan perekonomian wilayah secara berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Kami melihat potensi besar dalam destinasi wisata seperti Pantai Parai dan Danau Kaolin. Upaya promosi, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi dengan investor akan menjadi prioritas,” ujar Erzaldi, Minggu (10/11/2024). Selain itu, sektor tambang juga akan dikelola lebih baik untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.

Menurut Erzaldi, diversifikasi ekonomi menjadi strategi kunci lainnya dengan menguatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta agribisnis dan perikanan. “Pelatihan dan digitalisasi usaha untuk UMKM sangat penting agar mereka bisa lebih kompetitif,” tambah Erzaldi.

Tak sekedar itu, pemerintah daerah juga harus berkomitmen untuk memudahkan investasi di sektor baru seperti manufaktur dan energi terbarukan. Dalam hal tata kelola pajak, digitalisasi pelayanan menjadi sorotan utama untuk meningkatkan kemudahan pembayaran dan cakupan wajib pajak.

“Kami akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan potensi pajak tidak terlewatkan,” jelas Erzaldi.

Erzaldi memaparkan, pemanfaatan teknologi juga diintegrasikan melalui pengembangan smart city yang bertujuan untuk efisiensi anggaran dan pengelolaan aset daerah. Pihaknya mendukung pembentukan ekosistem digital yang kuat untuk mendistribusikan produk unggulan lokal.

Kerja sama dengan sektor swasta dan komunitas lokal akan diperkuat melalui model public-private partnership (PPP) dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan wisata desa dan ekonomi kreatif. “Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan strategi ini.

“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD tetapi juga mempercepat pembangunan ekonomi Bangka Belitung, menciptakan peluang baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Erzaldi.

Dr.M.Arief Noor” Aneh Pinjaman Pemprov Babel tahun 2021 tiba tiba di angkat di pilkada 2024″

Matalensapos|Bangka Belitung ~~~ Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun 2021 memutuskan untuk meminjam dana sebesar Rp 235,95 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur. Langkah ini diambil untuk mempercepat pembangunan di wilayah tersebut, khususnya dalam beberapa sektor penting.

Dana pinjaman tersebut dialokasikan untuk berbagai proyek pembangunan, antara lain pembangunan jalan, pengadaan alat kesehatan di RSUP Bangka Belitung, serta pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Proyek-proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Babel.

Dr. M. Arief Noor, seorang akademisi dari Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menyatakan bahwa keputusan untuk meminjam dana ini telah memberikan dampak positif bagi Babel. Menurutnya, peningkatan infrastruktur yang terjadi memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.

Infrastruktur strategis seperti RSUP Babel dan pengembangan jalan telah memperbaiki akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan transportasi. Hal ini menunjukkan dampak positif dari dana pinjaman tersebut terhadap kualitas hidup masyarakat setempat.

Selain itu, pembangunan pelabuhan ikan diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi nelayan dan sektor perikanan, yang pada gilirannya akan mengembangkan ekonomi lokal. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menggerakkan perekonomian daerah.

Arief juga menambahkan bahwa percepatan pembangunan proyek vital dapat direalisasikan lebih cepat dengan adanya dana pinjaman ini, dibandingkan jika hanya mengandalkan dana APBD. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.

Sekedar tambahan informasi, Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020/2021 sebesar Rp 235,95 miliar untuk Provinsi Bangka Belitung (Babel) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero saat Erzaldi Rosman (ER) menjabat sebagai Gubernur, tiba-tiba diangkat saat Pilkada 2024.

Untuk diketahui, sampai tahun 2024 ini, PT SMI telah memberi pinjaman kepada pemerintah daerah sekitar Rp39 triliun. Ada berapa Pemerintah daerah yang meminjam dana Pembangunan ke SMI? Ada 93 di seluruh Indonesia. Bahkan, saat program ini pertama digulirkan, menurut data Kemendagri ada 124 pemda yang mengajukan proposal.

Bahkan Jawa Barat (Jabar) dan Banten sebagai salah dua provinsi dengan PAD terbesar juga memanfaatkan fasilitas PEN SMI ini. Jabar Rp 4 triliun dan Banten Rp 4,1 triliun. Sementara Sumatera, total porsi dari pinjaman PEN sekitar 10% atau Rp 3,9 triliun. Babel (sekali lagi) hanya Rp 235,95 miliar atau nol koma sekian persen.

Mengapa banyak daerah yang mengajukan? Ini karena ekonomi tahun 2020 terdampak COVID-19. Tahun 2020, postur APBD sebagian daerah mengalami penurunan, bahkan ada beberapa yang defisit. Termasuk Babel sendiri.  PAD Babel turun akibat dampak Covid-19, dan Dana Bagi Hasil juga turun karena penurunan ekspor timah, sehingga APBD defisit. Maka pertimbangan dari beberapa pihak, termasuk dengan wakil rakyat, disetujui untuk mengambil fasilitas pinjaman PEN dari SMI.

Mengapa minjamnya ke SMI? SMI itu adalah BUMN yang berada di bawah Kementrian Keuangan, yang diberi misi khusus untuk pembiayaan pembangunan. Perusahaan ini diberi mandat oleh Pemerintah Pusat sebagai katalis untuk mempercepat Pembangunan nasional. Bentuknya LKBB alias Lembaga Keuangan Bukan Bank. Jadi SMI ini representasi pemerintah. Bukan swasta.

Tahun 2020 itu, gegara COVID-19, Kementrian Keuangan menggulirkan apa yang disebut sebagai Program PEN, supaya Pemda yang dilanda kesulitan finansial dalam Pembangunan infrastruktur tetap bisa membangun dengan bantuan dana dari Pusat. Selama ini di Pusat itu ada dana DAK, DAU, dan lain-lain yang disalurkan ke daerah tiap tahun.  Nah, fasilitas PEN ini diberikan kepada daerah yang nilainya langsung gede di awal supaya kita bisa bangun infrastrutur, yang nanti dicicil dari potongan dana DAU tiap tahun tadi.

Penyaluran PEN ke Pemda itu memiliki dasar hukum yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 105/PMK.07/2020, yang diamandemen oleh PMK 179/PMK.07/2020, dan diamandemen oleh PMK 43/PMK.07/2021.

Waktu program PEN ini digulirkan tahun 2020/2021, SMI juga punya prioritas. Fokus prioritas waktu itu ke infrastruktur (jalan, jembatan, dan lain-lain), fasilitas kesehatan (rumah sakit dan faskes lainnya), sumber daya air, dan lain-lain.

Dan yang dibangun Pemprov Babel dari dana pinjaman PEN SMI ini sesuai dengan prioritas tersebut. Dana Rp 235,95 miliar itu dibangun untuk fasilitas kesehatan di RSUD Ir. Soekarno, pembangunan dan pelebaran fasilitas jalan di seluruh Babel (termasuk di Bangka Selatan, salah satunya pelebaran Jalan Air Gegas–Bedengung, Bedegung-Batu Betumpang) dan PPI Sungai Baturusa. Tahun 2021 itu ekonomi Babel tumbuh 5,05%, tertinggi se-Sumatera pada saat Covid-19***Tim/Red

Upaya Erzaldi jika Terpilih kembali untuk menunjang peningkatan produktivitas hasil laut bagi  nelayan

Matalensapos|Pangkalpinang ~~~
Peran nelayan dalam pergerakan ekonomi di suatu daerah dapat dibilang cukup signifikan, terlebih lagi apabila hasil tangkapan melimpah maka tidak hanya masyarakat di pasar lokal saja yang dapat menikmati hasil tangkapan para nelayan tersebut, namun juga membuka peluang untuk dapat diekspor dan menambah pundi-pundi rupiah bagi para nelayan.

Oleh karna itupula, Calon Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan, bahwa ada beberapa faktor dan upaya yang bisa menunjang peningkatan produktivitas hasil laut bagi para nelayan. (06-11-2024)

Pertama yakni penggunaan teknologi modern
alat tangkap dan kapal nelayan yang lebih modern, sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

“Contohnya, penggunaan Global Positioning System (GPS) atau Fish Finder membantu nelayan menemukan lokasi ikan dengan cepat. Teknologi ini mengurangi waktu dan biaya operasional yang biasanya terbuang untuk mencari ikan,” kata Erzaldi.

Kedua, pengelolaan sumber daya laut yang Berkelanjutan. Dalam hal ini, dikatakan Erzaldi, pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan yang dimaksud ini seperti mengatur periode penangkapan dan menghindari daerah larangan tangkap sehingga bisa mencegah overfishing dan menjaga ketersediaan ikan.

“Pembatasan jenis alat tangkap yang ramah lingkungan juga penting untuk menjaga ekosistem laut,” ungkapnya.

Upaya ketiga yaitu peningkatan kapasitas dan pengetahuan nelayan. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan penyuluhan, dimana nelayan bisa belajar teknik penangkapan yang lebih efektif, manajemen bisnis hasil laut, dan cara menjaga kualitas hasil tangkapan. Selain itu, pengetahuan terhadap iklim dan cuaca laut juga dapat mengurangi risiko serta meningkatkan keamanan dalam melaut nantinya.

Sementara keempat yakni pengembangan infrastruktur dan akses ke pasar. Terkait hal ini, Erzaldi mengungkapkan, bahwa memang diperlukan sarana infrastruktur yang baik dalam menunjang produktivitas bagi nelayan seperti pembangunan pelabuhan, tempat pelelangan ikan, gudang penyimpanan berpendingin (cold storage), dan akses jalan bisa mempercepat distribusi hasil tangkapan.

“Infrastruktur ini membantu menjaga kualitas ikan agar tetap segar sampai ke tangan konsumen, yang pada akhirnya bisa meningkatkan nilai jualnya,” jelas Mantan Gubernur Babel periode 2017-2022 ini.

“Lalu upaya kelima yang bisa dilakukan yakni diversifikasi produk hasil laut, dimana nelayan dapat meningkatkan nilai ekonomi dari hasil laut dengan diversifikasi produk, seperti pembuatan ikan asin, ikan kaleng, atau produk olahan lainnya. Produk dengan nilai tambah lebih tinggi bisa memberikan keuntungan yang lebih besar,” sambung dia.

Selain itu, upaya keenam yakni akses pembiayaan dan modal, dikatakan Erzaldi, modal yang memadai memungkinkan nelayan membeli peralatan yang lebih canggih atau memperbaiki kapal.

Maka dari itu, apabila kembali terpilih sebagai Gubernur Babel, dirinya akan merealisasikan program pembiayaan dengan kerjasama baik dari pemerintah maupun swasta dengan suku bunga rendah, sehingga dapat membantu nelayan mengembangkan usahanya tanpa harus khawatir terhadap risiko finansial yang besar.

Ketujuh, yakni pemanfaatan data dan informasi Iklim. Menurut Erzaldi, Teknologi cuaca dan prediksi iklim sangat membantu nelayan untuk merencanakan waktu dan tempat yang tepat untuk melaut.

“Dengan data yang lebih akurat, nelayan dapat menghindari cuaca buruk dan meningkatkan peluang hasil tangkapan,” tuturnya.

Terakhir, harus adanya kolaborasi dengan Pemerintah dan Komunitas Nelayan, organisasi non-profit, dan kelompok nelayan lokal sehingga melalui program-program yang telah disiapkan mampu mendukung pengembangan program pemberdayaan bagi para nelayan.

Nantinya, lanjut Erzaldi, pemerintah bisa menyediakan regulasi yang mendukung nelayan kecil dan memberikan bantuan langsung, seperti subsidi bahan bakar atau peralatan.

“Upaya-upaya ini bila dilakukan secara berkesinambungan, dapat meningkatkan produktivitas, menjaga kelestarian laut, dan memberi dampak positif bagi perekonomian nelayan serta industri perikanan di Indonesia,” pungkasnya.

Erzaldi akan Ciptakan teknologi pengolahan Karbon Aktif di babel

Matalensapos|Pangkalpinang—– Manfaat besar yang dihasilkan oleh Karbon Aktif atau sering dikenal Arang aktif, khususnya di bidang industri dan proses filtrasi air nampaknya memang tak bisa dikesampingkan.

Pentingnya teknologi pengolahan dan pemanfaatan karbon aktif untuk industri di Bangka Belitung, “ujar Erzaldi”. (03-11-2024)

Sebagaimana diketahui, Karbon aktif dapat menyerap zat-zat atau mineral yang mencemari air. Adapun manfaat karbon aktif dalam proses filtrasi air sebagai penyerap bau, warna, klorin atau mineral lain dan membuat rasa segar pada air.

Sedangkan, kegunaan karbon aktif di bidang industri biasanya digunakan sebagai pemurni larutan (industri gula, minuman alkohol, bahan kimia dan farmasi), penyerap gas beracun, menghilangkan bau, penyerap emisi uap bahan bakar pada otomotif, serta sebagai filter rokok.

Besarnya manfaat yang bisa dirasakan dari kehadiran Karbon Aktif ini, ternyata menjadi salah satu alasan Erzaldi Rosman Djohan, untuk mendorong terciptanya teknologi pengolahan karbon aktif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini.

Menurut dia, teknologi pengolahan karbon aktif sangat mungkin dikembangkan didaerah Bangka Belitung, karena potensi dan ketersediaan bahan bakunya cukup besar, seperti limbah pertanian, limbah perkebunan, limbah kayu, limbah peternakan dan limbah pertambangan timah.

“Pengolahan karbon aktif dapat dilakukan secara kimia dan fisika, karena karbon aktif adalah Arang yang telah mengalami perubahan sifat – sifat fisika dan kimianya. Sedangkan dalam pengolahannya,karbon aktif menggunakan bahan-bahan kimia atau dapat dengan pemanasan pada temperatur tinggi,” jelas Ketua DPD Partai Gerindra Babel ini.

Selain bermanfaat untuk industri, diterangkan Mantan Gubernur Babel, bahwa karbon aktif juga dapat digunakan sebagai Adsorben, dalam hal ini menyerap logam berat pada obat dan makanan, pada minuman keras, kimia perminyakan, budidaya udang, industri gula, permunian gas, katalisator dan pengolahan pupuk.

Sementara itu, dalam merealisasikan pengelolaan karbon aktif di Babel, tentu seluruh pihak yang terkait haruslah saling bergandengan tangan.

Apalagi dalam soal pengelolaan, lanjut Erzaldi, tentu bukanlah hal yang mudah, lantaran diperlukannya kemampuan penguasaan teknologi proses agar produk yang dihasilkan berkualitas.

“Karbon aktif dapat dibuat dari limbah peternakan, tumbuh-tumbuhan, limbah mineral dan limbah kayu yang mengandung karbon. Dan pengolahannya pun dapat dilakukan secara kimia maupun fisika,” tutur Erzaldi.

“Disamping itu, pengembangan industri karbon aktif di Bangka Belitung akan memberikan dampak positif bagi kepentingan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan menyerap tenaga kerja,” tegasnya lagi***Tim/Red

Erzaldi: UMKM/UKM Butuh Pasar, sedangkan Luar Negeri Butuh Produk

Matalensapos|PANGKALPINANG ~~~ Pasangan Erzaldi Roesman – Yuri kembali mencari celah dan jalan agar Usaha Mikro yang senantiasa berkembang menjadi Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah ini terus bangkit dan melakukan ekspansi usahanya. Jum’at, 01/10/2024

Hal ini karena UKM merupakan penyangga Utama ekonomi bangsa, termasuk di daerah Babel.  Itu sebabnya, sedari awal memimpin termasuk rencana ke depan, Pasangan Bersama Erzaldi Roesman – Yuri Kemal –BERAMAL– selalu mencari celah dan jalan agar UKM daerah ini terus bangkit dan berkembang.

Salah satu kunci berkembangnya UKM adalah mencari pasar untuk produk mereka, tak hanya pasar dalam negeri, namun juga pasar hingga ke luar negeri. 

Erzaldi Rosman menegaskan bahwa pihaknya telah memikirkan dan memprogramkan tentang perkembangan Usaha Mikro menjadi Usaha Kecil Menengah di Babel sehingga siap berkompetisi di pasar manca negara.

”Tentu saja untuk menembus pasar luar negeri itu produk UKM kita harus mampu bersaing, tak hanya mutu dan kualitas, tapi juga upaya kita mencari pasar itu sendiri,” tegas Erzaldi Ketika ditemui awak media.

Masih dikatakan Erzaldi, sebagai upaya menembus pasar luar negeri itu pula, pihaknya sudah sejak lama
merintis melalui Roesman Djohan Institut mencari peluang pasar.  Tak hanya satu negara, tapi beberapa negara, baik itu di tingkat Asia seperti Taiwan, Thailand, Jepang, Australia dan lain-lain, juga Eropa seperti Jerman, Norwegia serta beberapa negara lainnya. Bahkan negara-negara Timur Tengah pun dijajaki oleh Erzaldi, seperti Arab Saudi dan lain sebagainya.

”Jadi apa yang kita lakukan sekarang ini seperti peluang kerja, magang, termasuk mengundang investor dari luar negeri, bukan hanya untuk kalangan mahasiswa dan generasi muda saja, tapi kita juga menjajaki peluang pasar untuk produk UMKM/UKM kita,” ujar putra Mantan walikota Pangkalpinang, Roesman Djohan itu lagi.

Fakta kongkrit misalnya, seorang anak muda Babel yang magang ke Rusia, melihat fakta hampir di setiap meja di Negeri Beruang itu ada bubuk lada.  Itu artinya, lada sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di negara yang demikian luas tersebut.

”Kita tentu harus mencari celah agar apa yang jadi temuan anak muda kita sebagai peluang UKM kita,” tutur Erzaldi.

Seperti diketahui, Usaha Mikro yang berekspansi menjadi Usaha Kecil Menengah di Provinsi Kepuluan Bangka Belitung kini mulai menjamur namun dengan berbagai persoalannya yang perlu pemecahan bersama dengan Pemimpin yang memahami.

Dan Kini, dengan terobosan dan program serta langkah yang telah dilakukan Erzaldi Rosman, ke depan diprediksi bakal semakin banyak Kerjasama dengan luar negeri, tak hanya menyangkut peluang kerja dan magang, tapi pemasaran produk UMKM/UKM juga diharapkan akan ikut berkembang.

Dewan Pers : Berita porosjakarta.com Tentang Erzaldi Tidak Akurat dan Melanggar KEJ

Matalensapos|Pangkalpinang —– Dewan Pers menilai pemberitaan Media Siber porosjakarta.com dengan judul “Hari Ini Kabarnya Erzaldi Ex Gubernur Babel jadi Tersangka”, yang diunggah Jumat, 23 Agustus 2024, pukul 20:52 WIB, tidak akurat dan tidak berimbang.

Selain itu, media ini juga tidak melakukan uji informasi (verifikasi, klarifikasi, konfirmasi) kepada Erzaldi padahal isi berita tersebut berpotensi merugikan Erzaldi.

Menurut Berry Aprido Putra, kuasa hukum Erzaldi Rosman Djohan, sebetulnya ada tiga
penilaian yang cenderung merupakan kesalahan disampaikan Dewan Pers terhadap pemberitaan Media Siber porosjakarta.com terhadap kliennya.

“Dewan Pers menilai berita tersebut berpotensi melanggar Kode Etik Jurnalistik dan Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/III/2012 tentang Pedoman Pemberitaan Media Siber,” katanya kepada awak media, Kamis, 31 Oktober 2024.

Terkait dengan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik, kata Berry, berita tentang kliennya di media siber porosjakarta.com, tidak akurat dan tidak uji informasi. Sedangkan pelanggaran tentang Pedoman Pemberitaan Media Siber adalah karena tidak sesuai dengan butir 2 huruf a dan b, terkait verifikasi dan keberimbangan berita, bahwa setiap berita harus melalui verifikasi, serta berita yang merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.

Dewan Pers dalam surat bernomor 1190/DP/K/X/2024 Jakarta, 16 Oktober 2024 yang
ditandatangani Ketua Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu, SH., MS., menyatakan ada empat hal
ditemukan sehingga bisa disimpulkan berita tentang Erzaldi Rosman Djohan yang dilaporkan kuasa hukumnya itu tersebut melanggar KEJ dan Peraturan Dewan No 1 tahun 2012.

Dewan Pers juga menyebutkan berita tersebut selain tidak akurat, hanya berdasar nara sumber anonim “sumber internal Kejaksaan Agung” dan rilis pengunjuk rasa yang menamakan diri “Gerakan Mahasiswa Jakarta” ketika mereka melakukan unjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Agung. Berita tersebut juga bisa digolongkan sebagai berita bohong karena Erzaldi belum ditetapkan sebagai tersangka.

Belum Kompeten

Saat memeriksa media dan berita yang dilaporkan Penasehat Hukum Erzaldi Rosman Djohan tersebut, Dewan Pers juga menemukan media siber porosjakarta.com dipimpin oleh seseorang yang belum kompeten untuk menduduki jabatan sebagai pemimpin redaksi.

Nama Pemimpin Redaksi Michael Abraham Tani Wangge tidak tercatat di pangkalan data
Sertifikasi Wartawan Dewan Pers, maka hal ini merupakan pelanggaran Pasal 8 Peraturan Dewan Pers Nomor 3/Peraturan-DP/X/2019
tentang Standar Persahaan Pers yang berbunyi “Penanggung jawab redaksi atau pemimpin redaksi wajib memiliki kompetensi wartawan utama”.

Atas semua kejanggalan dan ketidakpatuhan terhadap ketentuan yang berkaitan dengan pers, Dewan Pers merekomendasikan agar porosjakarta.com melakukan tujuh hal, diantaranya melayani Hak Jawab dari Pengadu disertai permintaan maaf secara proporsional, mengakui dan menjelaskan berita tentang Erzaldi tersebut melanggar Kode Etik Jurnalistik, mematuhi Peraturan Dewan Pers Nomor: 1/Peraturan-DP/X/2018 tentang Standar Kompetensi Wartawan, terutama tentang menempatkan seorang yang berkompetensi Wartawan Utama sebagai Pemimpin Redaksi selambat lambatnya enam bulan setelah menerima surat ini.

Diakhir suratnya, Dewan Pers menyebutkan jika porosjakarta tidak melayani Hak Jawab bisa dipidana denda sebanyak-banyaknya Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah) sebagaimana disebutkan dalam Pasal 18 ayat (2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Sedangkan terkait rekomendasi lainnya dan jika tidak dilakukan maka Dewan Pers mempertimbangkan untuk tidak memproses pengaduan yang menyangkut media siber porosjakarta.com. (tim media)

Tak sengaja lewat ada keramaian Erzaldi Rosman mampir di UMKM Bangka City

Matalensapos|Pangkalpinang ~~~Tangan-tangan kreatif yang terus bermunculan dari generasi muda Bangka Belitung (Babel) mendapat apresiasi besar dari mantan Gubernur Provinsi Kepulauan Babel 2017-2022, Erzaldi Rosman Djohan.

Demikian hal itu disampaikan Erzaldi, ketika dengan tak sengaja mampir dan berkunjung melihat kegiatan yang diinisiasi oleh Gekrafs Bangka Belitung bertajuk “Wedding Kreatif” yang berlangsung 29-31 Oktober 2024 di Ballroom Bangka City Hotel, Pangkalpinang.

Menurut Erzaldi, kegiatan yang digagas oleh Gekrafs Babel sangatlah baik, terutama dalam mengurangi aktivitas anak-anak terhadap gadget atau handphone.

“Biarkan anak-anak kita tumbuh dengan kehidupan yang normal, yang dapat mendorong kemampuan anak-anak kita, memiliki kemampuan yang lebih dalam bersosialisai dengan lingkungan,” tutur dia.

“Saya terus terang, saya lewat ada keramaian dan saya mampir. Makan pentol, dan saya ingin memberi apresiasiasi kepada semua,” ungkap Erzaldi Rosman.

Nampak, dalam kegiatan tersebut juga digelar bazar UMKM di peralatan hotel dan taman bermain dadakan untuk anak-anak. Dalam momen ini, Erzaldi juga menyapa para masyarakat yang turut meramaikan stand-stand WO yang berpartisipasi dalam Wekrafest Babel 2024.

Disamping itu, Erzaldi juga bersyukur, bahwa dengan hadirnya kegiatan seperti ini dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya perencanaan dalam melaksanakan pernikahan dengan moment sakral yang dikemas rapih dan oleh tangan-tangan kreatif seperti penggiat WO serta juga membuat ekonomi masyarakat bergerak melalui event Bazaar yang dilakukan.

“Sekali lagi, terima kasih kepada orang tua, semoga kegiatan seperti ini terus mendukung anak-anak kita. Terima kasih pula kepada Gekraf yang telah menggagas acara ini, semoga acara ini lebih maju, lebih ramai dan bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Yuri Kemal”Pelabuhan Sadai Memiliki Potensi Besar untuk Pusat Aktivitas Ekonomi Negeri junjung Besaoh”

Matalensapos|Bangka Selatan ~~~Sebagai bagian dari sistem transportasi, sebuah pelabuhan sangat berperan penting dalam mempengaruhi pertumbuhan perekonomian di suatu daerah.

Tak terkecuali Pelabuhan Sadai, yang terletak di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi di Negeri Junjung Besaoh tersebut.

Demikian hal ini disampaikan oleh Calon Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Yuri Kemal Fadlullah, saat melakukan kunjungan politiknya ke Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pada Sabtu (19/10/2024) kemarin.

“Pelabuhan sangat banyak sekali, bukan hanya di Bangka dan Belitung, tetapi di seluruh Indonesia. Setiap daerah rata-rata memiliki pelabuhan yang menjadi penunjang ekonomi,” ucap Yuri, kepada awak media.

“Pelabuhan Sadai ini sangat seksi sekali, karena menjadi satu-satunya pelabuhan di Kabupaten Bangka Selatan yang layak dikembangkan lebih lanjut,” sambungnya.

Bahkan, dikatakan Yuri, bukan tidak mungkin Pelabuhan Sadai bisa menjadi lebih dari sekedar pusat distribusi barang dan komoditas, jika dikembangkan dengan lebih baik.

Kendati begitu, diakui Yuri, bahwa memang salah satu kendala pelabuhan-pelabuhan di Babel masih sering terhambat dalam proses pengembangan. Ia memberi contoh seperti pelabuhan di Belitung Timur yang sampai saat ini hanya menjadi wacana tanpa realisasi nyata.

“Khusus di Belitung Timur, pelabuhan ini tak kunjung jadi, hanya sebatas wacana. Ini menunjukkan perlunya penguatan koordinasi dan pengembangan langsung agar kita bisa tahu sejauh apa pentingnya akses kelautan ini, khususnya pelabuhan,” ungkapnya.

Menurut Yuri, pengembangan pelabuhan di Babel haruslah merata, sehingga bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah dapat lebih besar lagi dibandingkan dengan saat ini.

“Pengembangan pelabuhan di Belitung Timur sangat penting, mengingat selama ini hanya Tanjung Pandan yang terus dikembangkan. Belitung Timur juga harus ikut mendapatkan perhatian,” tegas putra Yusril Ihza Mahendra ini.

Walaupun demikian, Ia tetap optimis bahwa dengan perencanaan yang baik, pelabuhan-pelabuhan di Babel dapat dijadikan penggerak perekonomian yang masif, baik itu di Pulau Bangka maupun di Pulau Belitung.

Apalagi persoalan pengembangan infrastruktur pelabuhan ini, lanjut Yuri, memang selaras dengan visi-misinya bersama calon gubernur Erzaldi Rosman Djohan, yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan.

“Pembangunan yang berkelanjutan adalah visi utama kami. Kami ingin melihat bagaimana potensi yang dimiliki oleh Provinsi Babel ini bisa dimanfaatkan untuk perbaikan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Yuri.

Ia pun meminta doa dan dukungan dari masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Babel nanti, sehingga visi dan misi yang diusungnya bersama Erzaldi dapat terwujud dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Doakan dan dukung kami, agar apa yang menjadi visi-misi kami bisa terlaksana, dan Babel menjadi lebih baik lagi, dengan pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.

Yuri berharap, apa yang telah disampaikan ini bisa menambah keyakinan masyarakat, bahwasannya sektor kelautan dan pelabuhan bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan perekonomian daerah, dengan pengelolaan yang tepat dan koordinasi yang kuat antar pihak terkait****Tim/Red

Berita Sesuai Fakta

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai