Master Plan Tidak masuk akal Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki kecewa, Kepala dinas PPN”Saya lagi mumang”

matalensapos Aceh Timur ~~Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki melakukan kunjungan kerja ke Aceh Timur meninjau peningkatan jalan Peureulak – Lokop batas Gayo Lues segment1 dan meninjau Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN).

Dalam kunjungan ke pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Pj.Gubernur terlihat marah dan kecewa di atas pemaparan salah seorang pegawai Dinas Perikanan dan kelautan tentang master plan PPN saat meninjau pembangunan kondisi kolam labuh serta alur pelayaran.

Akan tetapi jadwal yang sudah tersusun dengan rapi tersebut dibatalkan. Karena Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki kecewa terhadap pemaparan pembangunan PPN Idi mantan Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda itu mengatakan bahwa jika dibangun sampai 200 tahun pun tidak akan selesai. 

“Kalau memang sulit jangan dipaparkan, itu sampai 200 tahun lagi pun tidak akan siap” tegas dengan agak meninggi.

Terlihat mengecewakan yang begitu dari raut mukanya sejak awal beliau langsung masuk ke mobil dan pergi.

Ditempat yang sama media ini mencoba konfirmasi terhadap Pj Bupati Aceh Timur Ir. Mahyuddin, tentang raut muka yangbpenuh kecewa serta sikap Pj yang pergi begitu saja dengan diplomatis menjelaskan bahwa tidak benar Pj Gubernur Aceh kecewa atas kunker perdana di Aceh Timur. 

“Itu tidak benar, pak Gubernur kan marathon dia keliling ke tempat yang sudah jadi, jadi bukan karena beliau kecewa, waktunya pun sangat singkat” Ungkapnya (23/10). 

Sementara itu Kepala Dinas Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi (PPN) Ermansyah saat dikonfirmasi terkait mengecewakan Pj Gubernur mengatakan bahwa sedang sakit kepala. 

“Lagi mumang ini bang” Ucapnya Singkat sambil berlalu (Nana.S).

Wow..Anak SD Di Aceh Timur ini Tantang Mahasiswa Beragumen Dengan Bahasa Inggris

matalensapos Aceh Timur~~Kegiatan beradu Argumen menggunakan bahasa Inggris kembali dilaksanakan salah satu Bimbingan Belajar di Aceh Timur.

Nampak para siswa mulai dari Tingkat Sekolah Dasar Sampai Mahasiswa Menunjukkan Kepiawan mereka dalam beragumen dengan moderator mester Alwi salah seorang guru Pembimbing.

“Kegiatan ini kita laksanakan setiap bulan dengan harapan jangan sampai anak anak yang ada di Aceh Timur tidak bisa berbahasa inggris waktu melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi”ungkapnya.

“Metode yang saya terapkan ini(debat/adu Argument antara para siswa guna mengasah mental anak anak itu sendiri dan metode ini sangat berbeda dengan lembaga lembaga bimbingan belajar lainnya di seluruh Indonesia”jelasnya.

“Saya Berharap Pemerintah Daerah Khususnya Aceh Timur kiranya dapat memberikan perhatian kepada kami guna meningkatkan mutu yang lebih baik guna masa depan anak anak kita khususnya”Pungkas Mester Awi(Zainal Abidin)

Nenek 92 Tahun Tempati Gubuk Reyot tak layak Huni di Aceh Timur

matalensapos Aceh Timur ~~ Sudah 77 tahun Indonesia merdeka, namun masih banyak masyarakat menempati rumah yang tidak layak huni.

Seperti yang terpantau oleh media ini di Dusun Teumpok Teungoh, Desa Paya Lipah, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur seorang nenek bernama Tiayat (92) tinggal disebuah rumah dengan kondisi yang memprihatinkan, pasalnya atap rumah bocor dan bolong.

Diketahui Tiayat mempunyai tiga orang anak dan ketiganya sudah berkeluarga serta sudah mempunyai cucu, akan tetapi mereka tidak ada biaya untuk membantu atau membangun rumah bagi Nek Tiayat.

Saat media ini mendatangi kediaman Tiayat, dirinya berharap kepada Pemerintah atau pihak terkait agar bisa mendapatkan rumah yang layak untuk dihuni.

“Saya berharap Pemerintah atau dinas terkait sekiranya bisa meringankan dan membantu kondisi saya yang sudah tua renta namun masih tinggal di rumah yang reot” Katanya, Jum’at (21/10/2022).

Kemudian, Kepala Desa setempat Ismail melalui Kadus Teumpok Teungoh Hendra Saputra mengatakan bahwa bantuan yang didapati oleh Nek Tiayat sementara waktu ini hanya Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan terkait pembangunan rumah rehab atau permanen sudah pernah diajukan namun terkendala akibat pengalihan kepada penanganan Covid – 19 beberapa waktu lalu.

“Di Desa Nek Tiayat hanya BLT yang didapatkan, dan seperti bantuan rehab sudah pernah kami ajukan namun anggarannya sudah alihkan untuk penanganan Covid – 19” Pungkasnya.

Disamping itu juga perwakilan Kementerian Sosial RI melalui Sentra Balai Insyaf Medan beberapa hari yang lalui sudah turun ke tempat Nek Tiayat untuk melakukan pendataan seperti bantuan lansia, bantuan modal usaha dan lain sebagainya. Namun di lembaga tersebut tidak ada pos untuk pembangunan rumah.

“Kemarin kami sudah turun juga kesini bersama Sentra Balai Insyaf Medan untuk melakukan pendataan lansia saja dan bantuan usaha, akan tetapi untuk pembangunan rumah belum ada” Tutup Irfan yang merupakan Pendamping PKH Kecamatan Peureulak didampingi oleh Tgk. Muhammad Juarnis(zainal abidin).

Hotel tempat prostitusi online menjamur Ormas tutup mata FAKSI Bersuara

matalensapos Aceh Timur~~
Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny H, mengaku heran atas perbedaan perlakuan atau sikap diskriminatif yang diduga diterapkan sebagian orang atau kelompok masyarakat serta pihak terkait lainnya yang selama ini dikenal sangat getol menyuarakan anti maksiat di Aceh.

Pasalnya tuntutan menutup tempat yang diklaim sebagai tempat terjadinya maksiat selama ini diduga tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Misalkan saja antara objek wisata pantai tempat rekreasi, dengan hotel yang diduga sebagai tempat terjadinya prostitusi online sebagaimana yang pernah terjadi selama ini.

” Saya merasa heran saja dan ingin mempertanyakannya, kenapa garangnya cuma pas soal pantai aja, padahal masyarakat cuma berekreasi dan juga mencari nafkah di pantai, tapi sibuk mau nutup pantai, itu hotel tempat melonte, pake mucikari lagi, koq pada diam semua? ada apa itu, apa enggak berani bersuara? apa karena hotel kuat backingannya?” Tanya Roni(21/10).

Tidak hanya itu, Ronny juga mengkritik perlakuan berbeda juga terlihat ketika ada oknum pejabat menjadi pelaku maksiat atau korupsi, jarang terdengar ada ormas atau organisasi masyarakat yang getol bersuara, apalagi melakukan aksi unjuk rasa, diduga berbeda halnya apabila orang biasa atau kaum lemah yang berbuat nista.

” Kalau pejabat yang kena, contohnya kasus mesum atau ada oknum pejabat ketangkap sabu atau maling, itu semuanya pada diam, seolah tutup mata, seolah enggak nampak meski pun di depan mata dan heboh di media, tapi kalau kaum lemah yang kena,koq kelihatannya pada garang semua bersuara, apa itu bukan diskriminasi namanya dalam memerangi maksiat, apakah itu perlakuan yang adil?” tanya aktivis HAM itu.

Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu berharap kepada semua pihak, agar tidak diskriminatif dalam penerapan hukum syariat di Aceh, juga dalam upaya memerangi maksiat, tidak membeda – bedakan antara kaum lemah dan berkuasa.

” Memerangi maksiat, memerangi kebathilan, melawan semua ketidakadilan itu adalah perintah Allah dan Rasulullah, tapi kita tidak disuruh membeda – bedakan pelakunya, antara yang lemah dan berkuasa, semua mesti diperlakukan sama,”ungkapnya.

Dia juga mempertanyakan mengapa seolah berbeda semangat ormas melawan maksiat pada konser musik dengan hotel tempat terjadinya prostitusi online, demikian pula pejabat yang tertangkap narkoba atau maksiat.

” Koq beda hebohnya antara melawan maksiat pada konser, di pantai, dengan melawan maksiat yang terjadi di hotel, koq hotelnya tidak disuruh tutup, tapi pantai disuruh tutup, kemudian tempat maksiatnya pejabat koq enggak ada yang suruh tutup, apa bedanya itu semua? bahkan di Aceh, koruptor para maling – maling besar pun tidak kena hukum syariat, semuanya pada diam, ada apa itu” ungkap Ronny yang mengaku juga kurang sepakat konser diadakan di Aceh.

” Padahal, faktanya akhir – akhir ini, perzinahan, pelacuran, kekerasan seksual bahkan perkosaan pun kerap terjadi di tempat – tempat yang tidak pantas, bahkan terhadap anak kandung sendiri, anak di bawah umur, tapi tempat atau desanya enggak ada itu yang suruh tutup, enggak ada yang bersuara garang dan lantang, apalagi kalau pejabat yang kena, apa kalau pejabat yang bermasalah itu bukan maksiat namanya, apa tidak menyebabkan bencana?” pungkas Roni(Zainal abidin).

Himbauan Kapolres terkait gagal ginjal akut akibat obat batuk sirup

matalensapos Aceh Timur~~Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah, S.I.K melalui Ps. Kasi Dokkes Aipda Muhammad Rafi, AMK menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait penarikan peredaran lima merk obat jenis sirup (21/10).

Kasi Dokkes menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menyarankan agar menghindari penggunaan obat sirup untuk anak-anak karena mengandung Dietilen Glikol (DEG) maupun Etilom Glikol (EG).

“Himbauan untuk menghindari obat yang mengandung DEG dan EG tersebut dikarenakan diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak bahkan bisa berakibat kematian pada anak,” ujar Aipda Muhammad Rafi.

Di jelaskan Aipda M.Rafi tanggal 18 Oktober 2022 Kemenkes RI telah mencatat sebanyak 206 anak di 20 provinsi mengalami gagal ginjal akut serta 99 anak meninggal dunia akibat menggunakan obat sirup.

“Saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menarik lima obat merk paracetamol sirup yaitu:
1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;
2. Flurin DMP Sirup(obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;
3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml;
4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml;
5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml”urainya (Zainal Abidin).

Jum’at Barokah Kapolsek serahkan Bantuan secara langsung ke masyarakat yang berhak

matalensapos Aceh Timur ~~ Kapolsek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana, S.H. bersama anggotanya, menyerahkan bantuan sembako dengan mendatangi langsung rumah sejumlah warga di Dusun Krueng Baung, Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron (21/10).

Kapolsek mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian Polsek Serbajadi pada warga masyarakat yang kurang mampu atau yang membutuhan agar terbangun rasa solidaritas dan kemitraan dengan masyarakat.

“Kita memang sengaja menyerahkan bantuan ini langsung kerumah-rumah warga (door to door), sehingga mereka yang menerima adalah orang-orang yang tepat kita berharap bantuan yang kita berikan dapat meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.” Tutup Kapolsek**team/red/Zbn86/pjt.

Wakapolres Aceh Timur Ajak Anggota Meneladani Akhlak dan Kepemimpinan Rasulullah

matalensapos Aceh Timur~~Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H mengusung tema; “Dengan Aktualisasi Keteladanan Akhlak Dan Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW kita Wujudkan Polri Yang Presisi.” Polres Aceh Timur menggelar pengajian dan tauziah yang berlangsung di Mesjid Babbutaqwa (20/10).

Acara yang dipimpin oleh Wakapolres Aceh Timur Kompol Ferdi Dakio, S.I.K. ini menghadirkan penceramah Tgk. Muhammad Isa, S.Pdi dan dihadiri Pejabat Utama Polres Aceh Timur, Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Timur Ny. Kiky Ferdi Dakio beserta pengurus, Kapolsek jajaran beserta Ketua Ranting Bhayangkari, Personel Polres Aceh Timur dan Perwakilan anggota polsek jajaran.

“Sesuai tema, Dengan Aktualisasi Ketauladanan Akhlak Dan Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW, Kita Wujudkan Polri Yang Presisi” ini bertujuan untuk menambah keimanan dalam tugas kita sehari-hari sebagai anggota Polri” ujar Wakapolres saat menyampaikan sambutan.

Wakapolres juga menambahkan, bahwa ketauladanan dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW bisa kita aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari di lingkungan tempat tinggal kita masing-masing.

Sementara itu Tgk. Muhammad Isa, S.Pdi dalam tausiyahnya menyampaikan, ketauladanan Nabi Besar Muhammad SAW patut kita ikuti sebagai Rosul yang rahmatan lil ‘alamin, demi menuju kehidupan umat yang lebih maju dimasa yang akan datang(Zainal Abidin).

PROGRAM BEDAH RUMAH MEDCO E&P BERLANJUT, 21 UNIT RUMAH SUDAH TERBANGUN

matalensapos Aceh Timur ~~PT Medco E & P Malaka (Medco E&P) terus mendukung upaya Pemerintah Aceh Timur menjadikan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan berkualitas. Upaya ini diimplementasikan dengan pelaksanaan kembali Program Bedah Rumah Tahap III di 4 Kecamatan sekitar wilayah kerja perusahaan, dan peresmian dilaksanakan di Desa Gampong Lhee, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Hingga kini, Perusahaan telah membangun 21 unit rumah layak huni bagi masyarakat sekitar wilayah kerja migas Blok A(20/10).

General Manager Medco E&P Iwan Sutrisno melalui Field Relations Manager Hendarsyah bersama Forkopimcam dan Forkopimda meresmikan program ini. Perusahaan mulai melaksanakan program ini pada 2018 dan terus membangun rumah masyarakat kurang mampu yang tidak layak huni di empat kecamatan.

Salah satu penerima manfaat, Mansur Yatim, warga Desa Gampong Lhee, terpilih menjadi berdasarkan proses seleksi bersama Keuchik, Forkopincam dan Forkopimda Aceh Timur. Program ini bersinergi dengan pemerintah sejak proses penilaian hingga pelaksanaan. Keuchik Gampong Lhee Abdul Hadi bersimpati pada Medco E&P. “Mansur Yatim, warga kurang mampu di ring satu, kondisi rumahnya hampir roboh,” ujar Hadi.

Sementara VP Relations & Security Medco E&P Arif Rinaldi mengatakan, Perusahaan terus berupaya tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar wilayah kerja. “Kami juga berterimakasih atas dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kegiatan operasi Medco E&P di Aceh Timur dapat berjalan lancar,” ujar Arif(Zainal Abidin).

Waspadai Cuaca Ekstrem Kapolres Himbau Masyarakat waspada

matalensapos Aceh Timur~~Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah, S.I.K. menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa selalu waspada dan peka terhadap cuaca ekstrim akhir-akhir ini yang terus melanda, mulai dari hujan lebat hingga angin kencang yang mengakibatkan Pohon Tumbang,banjir, hingga tanah longsor.

“Kami himbau kepada seluruh masyarakat, utamanya warga Kabupaten Aceh Timur agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kepekaannya terhadap kondisi cuaca ekstrim yang terjadi saat ini. Akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir dan tanah longsor” kata Kapolres(20/10).

Orang nomor satu di jajaran Polres Aceh Timur ini pun menegaskan kepada seluruh masyarakat, utamanya yang bermukim di pesisir pantai, di daerah perbukitan, serta yang melintas di jalanan agar selalu mewaspadai dampak dari cuaca ekstrim tersebut.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana alam, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan dari cuaca ekstrim ini guna mencegah risiko adanya korban jiwa maupun kerusakan materil yang cukup besar dan apabila terjadi bencana alam agar segera menginformasikan kepada Bhabinkamtibmas atau polsek,” tegas Kapolres.

Disamping itu, mantan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan ini juga menghimbau agar masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan sekitar, selalu update prakiraan cuaca, lakukan reboisasi untuk meregenerasi hutan yang gundul, rutin laksanakan gotong royong dan untuk para nelayan hindari dulu kegiatan berlayar apabila terjadi cuaca ekstrem seperti ini.

“Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kita bersama untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi akibat dampak dari cuaca ekstrem ini”, Pungkas Kapolres(Zainal Abidin).

Zainal abidin

Kapolsek Ipda Novian Fitra Data Warga terdampak banjir

matalensapos Aceh ~~ Untuk memudahkan petugas mengkoordinir kebutuhan pasca banjir yang melanda Desa Julok Rayeuk Selatan, Desa Julok Rayeuk Utara, Desa Pelita Sagoup Jaya, Desa Alue Ie Mirah, Desa Jambo Lubok, lima(5)Desa terdampak parah Kapolsek Indra Makmu Ipda Novian Fitra, melakukan pendataan.

“Kami melakukan pengecekan kembali pasca banjir yang terjadi pada hari Rabu malam. Terdapat lima desa yang terdampak diantaranya; kata Kapolsek (20/10).

Kondisi air sudah surut, namun ada satu dusun di Desa Alue Ie Mirah, yakni Dusun Mata U masih ada beberapa rumah warga yang masih tergenang air Sedangkan warga yang semula mengungsi di meunasah sudah pulang ke rumahnya masing-masing Namun posisi rumah warga lebih rendah dari badan jalan, jika hari ini hujan lagi, tidak menutup kemunginan rumah warga akan kembali tergenang,” ungkap Kapolsek.

Ia juga menjelaskan, banjir yang terjadi di beberapa desa di wilayah hukumnya karena meluapnya air sungai Alue Ie Mirah.
“Banjir ini karena meluapnya air sungai Alue Ie Mirah yang dangkal Masyarakat setempat sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk melakukan pengerukan, sehingga bisa meminimalisir meluapnya air ke pemukiman warga,”Pungkas Kaposlek (Zainal Abidin).

Berita Sesuai Fakta

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai