60 Grup Ikuti Festival Dikee yang di gelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh

matalensapos Aceh Timur ~~Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyelenggarakan Festival Dikee 2022 dengan tema “Jaga Adat Wareh Indatu”dilapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur yang dimulai hari Senin (17/10 ini hingga tiga(3)hari kedepan(Rabu 19/10).

Sebanyak 60 grup Dikee yang tersebar di wilayah Aceh Timur dan Aceh Utara Ambil Bagian dalam kegiatan yang menyediakan Hadiah uang pembinaan dengan total Rp16 juta rupiah.

Hal tersebut di sampaikan oleh ketua panitia Riski Maulizar kepada awak media di lokasi kegiatan.

“kegiatan ini akan memperebutkan Total Hadiah Rp16 juta rupiah, masing-masing, Juara l Rp6 juta rupiah, Juara ll Rp4,5 juta rupiah, serta Juara lll Rp3,4 juta rupiah dan Juara harapan Rp2 juta rupiah, dan juga seluruh Rangkaian kegiatan ini sudah di kelola melalui pihak ketiga yaituEvent Organizer Gams Production dan Geubrina Raseuki Organizer ”Tutupnya(Zainal Abidin)

Salah makan gajah betina ini mati dikebun warga

Matalensa Aceh Timur~~Seekor gajah betina ditemukan mati pada area perkebunan warga di Dusun Rukun Makmur, Gampong Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur (15/10).

Kapolsek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana, SH bersama anggota di dampingi personel Koramil 01/PNR, Perangkat Gampong Srimulya dan Forum Konservasi Leuser (FKL) mendatangi lokasi mati nya gajah tersebut dan memberi informasi ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)Banda Aceh guna sebab kematian gajah tersebut.

Tim BKSDA Banda Aceh yang terdiri dari Dokter hewan Julius dan Dokter Hewan Mahmudi melakukan Nekropsi terhadap Bangkai Gajah tersebut dan hasilnya disampaikan bahwa gajah tersebut mati keracunan sekitar 3 hari yang lalu.

“Dari keterangan drh. julius dan drh. Mahmudi yang melakukan nekropsi gajah betina mati tersebut disebabkan memakan bahan yang mengandung racun dan perkiraan waktu kematian 3 hari yang lalu”Ungkap Kapolsek.

“Untuk kepentingan uji laboratorium, tim dokter dari BKSDA mengambil beberapa organ tubuh dari gajah yang umurnya lebih dari 6 sampai 7 tahun tersebut,” kata Kapolsek.

Sekitar 150 meter dari lokasi gajah mati, terdapat sebuah gubuk untuk menyimpan pupuk dan racun (pestisida) pemilik kebun.

“Dinding gubuk terbuat dari kayu papan, kondisinya rusak. Besar kemungkinan dirusak oleh gajah yang mati itu. Kemudian dengan menggunakan belalainya gajah itu memakan sebagian besar pupuk dan pestisida sehingga mengakibatkan kematian.” Kapolsek Pungkas (Zainal Abidin)

DEKLARASI DAMAI DALAM PEMILIHAN KEPADA DESA SERENTAK

matalensapos, Parittiga Bangka Barat==Delapan(8) Desa di Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa, pada bulan Oktober 2022.

Adapun Desa yang melaksanakan Pilkades tersebut diatas adalah : Desa Bakit, Desa Semulut, Desa Kapit, Desa Telak, Desa Sekar Biru, Desa Puput, Desa Air Gantang dan Desa Teluk Limau.

Sebanyak 32 Calon dari kedelapan desa akan bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di desa masing masing yang terdiri dari 5 Calon untuk Desa Bakit ,5 Calon untuk Desa Semulut,3 Calon untuk Desa Kapit, 2 Calon untuk Desa Telak,5 Calon untuk Desa Sekar Biru,5 Calon untuk Desa Puput ,5Calon untuk Desa Air Gantang ,serta 2Calon untuk Desa Teluk Limau .

Menyambut pesta demokrasi desa tersebut Kapolsek Jebus beserta Camat Parittiga mengadakan kegiatan Pembekalan Bhabinkamtibmas, Babinsa,Linmas dan PPT Desa yang melaksanakan Pilkades Serta Deklarasi Damai untuk menghindari hal hal yang tak di inginkan selama proses/tahapan pesta 6 tahun sekali tersebut.

camat Parittiga Madirisa,S,Pd. Menjadi pemateri pertama dalam kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Kecamatan(13/10).

Serta Kompol Ghalih Widyo Nugroho,SH,S.Ik. sebagai pemateri selanjutnya.

Dalam materi Pembekalan nya Kapolsek Jebus ini menekankan agar Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas dan PPT agar menjaga Netralitas dan Profesionalitasnya dan kepada para calon untuk tidak membawa/menyebar isu unsur Suku, Agama, Ras, dan Golongan (SARA) terhadap calon lain dalam selama proses /tahapan pelaksanan Pilkades berlangsung.

“Dalam pesta ini pasti ada yang terpilih dan tidak terpilih saya minta seluruh calon Kades memiliki tekad siap menang dan siap kalah jangan menggunakan Black Champaign dan isu SARA bersaing secara sehat ciptakan keamanan,ketertiban,tetap kompak karna ini adalah proses demokrasi ” Tegasnya.

“Kegiatan ini juga bertujuan sebagai wadah silatuhrahmi antar pada calon dengan seluruh panitia,Pimpinan Kecamatan, juga sebagai wadah menyatukan tekad dan tujuan guna mewujudkan pelaksanaan Pilkades serentak secara langsung umum, bebas, rahasia, jujur, adil, damai, aman, tertib, demokratis serta bermartabat demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa itu sendiri”tambah nya.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap memperhatikan Protokol Kesehatan sebagai usaha antisipasi dan pencegahan penularan Covid-19″Tutup Kapolsek.

Acara dilanjutkan dengan Pembacaan Deklarasi damai oleh para calon yang mengikuti Pilkades Serentak tahun 2022 serta penandatangan berita acara Deklarasi yang dilakukan oleh Camat Parit Tiga, Kapolsek Jebus dan calon Kades juga fhoto bersama (Jusriadi).

Tragedi Kanjuran Bukan sekedar Tragedi Sepakbola

matalensapos Jawa Timur== Perasaan ini kalut melihat kabar di timeline di sosial media, kabar tragedi Kanjuruhan. Bukan sekadar tragedi sepak bola, tetapi tragedi kemanusiaan yang menyesakkan dada.

Korban tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan bukan sekadar angka-angka, namun dibalik itu ada kehidupan yang terenggut, orang tua yang kehilangan anaknya, istri jadi janda, anak menjadi yatim piatu, keluarga kehilangan anggota keluarganya, dan cita-cita masa depan yang terkubur.

Pasca tragedi yang terjadi di Kanjaruhan berbagai kabar berita lainnya yang mengusut kasus ini sedang ramai bermunculan di timeline kanal Twitter, instagram dan sosial media lainnya. Ada berbagai statement, saling menyalahkan, saling mendakwa, dan menyampaikan pembenaran.

Bagi saya dan kita semua yang tidak berada di lokasi tidak mengetahui mana yang benar, hanya bisa menerka-nerka seperti apa keadaan saat itu dari berbagai postingan sosial media, harapannya kasus ini segera diusut secara proporsional agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang bersangkutan saat ini dan ke depannya. Mari kita berempati dengan tragedi yang terjadi, dengan tidak membagikan kabar berita yang belum pasti kebenarannya. Supaya masing-masing dari kita tidak langsung tersulut emosi dari kabar yang dibagikan.

Satu hal yang membuat saya kecewa, kenapa polisi menembakkan Gas air mata di Stadion Kanjaruhan? pasalnya FIFA melarang penggunaan gas air mata di stadion, hal itu tercantum dalam FIFA stadium safety and security Regulations. Gas air mata berisi zat kimia yang membuat mata mengalami iritasi dan sekaligus mempengaruhi sistem pernapasan, sehingga gas air mata ini menjadi sumber malapetaka sebab stadion adalah ruang tertutup. Terlebih menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton seperti yang dilansir https://nasional.tempo.co/read/1641569/kompolnas-sebutkapolres-malang-tak-perintahkan-penggunaan-gas-air-mata-di-kanjuruhan yang mengakibatkan penonton berlarian keluar namun ternyata pintu stadion tertutup. Mungkinkah kalau crowd control berlangsung tanpa penembakan gas air mata, ratusan nyawa tidak melayang?

Nyawa yang telah melayang tak dapat ditarik kembali kepada tubuh yang fana, kehidupan yang terenggut pun tak bisa menjadi tanggung jawab bersama semua bangsa. Ini kabar pilu kemanusiaan, jika kalian tersulut emosi atas kejadian ini bawalah amarah itu dalam doa supaya kita diberikan perspektif lebih luas dalam memahami tragedi yang telah terjadi. Kiranya tragedi ini menjadi pelajaran untuk kita semua tak ada dendam amarah yang sebanding dengan melayangnya nyawa manusia***team/red

Camat Peudawa Aceh Timur Menjadi Khatip Jum’at Di sebuah Desa Yang Terpencil

matalensapos | Aceh Timur ~~ Bertindak selaku khatib camat  Peudawa Adnan S.Ag mengatakan Inti dari tujuan safari khatib Jum’at Muspika Peudawa Hadiri Sosialisasi Protkes Sekaligus Salurkan BLT Kepada Warga Desa Seuneubok Punteut bertindak selaku khatib camat  Peudawa Adnan S.Ag mengatakan Inti dari tujuan safari khatib Jum’at adalah menjalin keeratan silaturrahim dengat umat dan masyarakat(22/09/2022).

Tersirat dari isi khutbah yang disampaikan, bahwa dengan silaturrahmi akan semakin dekat ulama dengan umatnya.

Dalam khutbah juga disampaikan pesan-pesan penting di antaranya pentingnya umat Islam mengkokohkan keimanan dan ketaqwaan untuk mengantisipasi aliran sesat.Serta himbauan pembinaan akhlaqul karimah generasi muda.

Selain itu juga disampaikan pentingnya warga masyarakat mematuhi ajaran agama serta peraturan pemerintahan. Termasuk jika menikahkan putra-putrinya hendaknya melapor mencatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.ujar camat

Adnan juga mengatakan ada dua persoalan pada desa dusun leupon yang pertama masalah tapal batas dengan desa buket Kuta serta yang kedua isu aliran sesat.

Masih lanjutnya,desa leupon ini adalah dusun yang jauh dengan perjalanan tiga jam serta desa ini dekat dengan kebun PT bumi plora. 

“Kami dari pihak muspika kecamatan Peudawa berharap kepada masyarakat sekitar jika ada persoalan mari kita selesaikan bersama, serta terkait isu adanya aliran sesat segera laporkan kepada pihak berwajib agar masyarakat kita tidak terjerumus ke dalam ajaran yang menyimpang dari islam.ujar camat.

Untuk itu, lanjut Adnan, marilah kita patuhi ajaran syariat Islam dan peraturan perundang-undangan negara kesatuan republik Indinesia ini.

Masih lanjutnya camat,saat beraudiensi dengan masyarakat leupon beberapa warga setempat berharap adanya akses jalan atau pengerasan jalan,di karena jalan lintas rusak, serta perbaikan jembatan.ujar salah seorang warga setempat.

Turut hadir dalam kegiatan Tersebut adami mantan camat nurussalam sebagai perwakilan pemda aceh timur yang menangani masaalah tapal batas desa,Mukim,unsur babinsa dan babinkamtibmas,keuchikserta semua perangkat desa dan tuha Peut

zbn86 pjt

Berita Sesuai Fakta

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai